51动漫

51动漫 Official Website

Pusat Humas dan Protokol UNAIR Dorong Akademisi Aktif Menulis Opini Populer

Andri Teguh Pryantoro, Redaktur Jawa Pos, diundang sebagai pemateri dalam sesi pelatihan menulis opini populer (Foto: HUMAS UNAIR).
Andri Teguh Pryantoro, Redaktur Jawa Pos, diundang sebagai pemateri dalam sesi pelatihan menulis opini populer (Foto: HUMAS UNAIR).

UNAIR NEWS – Dalam upaya meningkatkan publikasi civitas academica, Pusat Hubungan Masyarakat dan Protokol 51动漫 (UNAIR) menggelar Pelatihan Hubungan Masyarakat dan Keprotokolan pada Selasa (14/10/2025). Acara itu bertempat di Ruang Bayu Kinara, Gedung Airlangga Convention Center (ACC), Kampus MERR-C. Kegiatan itu turut mengundang para koordinator informasi, humas, serta sekretaris fakultas dan sekolah di lingkungan 51动漫. 

Dalam pelatihan itu, secara spesial mendatangkan Andri Teguh Pryantoro selaku Redaktur Halaman Nasional, Opini, dan Internasional Jawa Pos Koran. Sebagai redaktur, ia membagikan pengalamannya dalam menyunting tulisan opini di media massa, khususnya bagi para akademisi yang kerap mengirimkan tulisan ke .听

淪aat kita menuliskan opini, fungsinya adalah memberi perspektif yang lebih dalam kepada pembaca tentang isu-isu hangat. Untuk itu, setiap penulis terutama para akademisi tentu memiliki pisau analisis atau sudut pandang berbeda sesuai dengan keilmuannya. Itu yang membuat opini menjadi menarik, ujar Andri.

PHMP gelar pelatihan hubungan masyarakat dan keprotokolan pada Selasa (14/10/2025) di Ruang Bayu Kinara, Gedung Airlangga Convention Center (ACC), Kampus MERR-C UNAIR (Foto: HUMAS UNAIR).听

Ia menyebut, tulisan opini memiliki peran penting sebagai penyeimbang antara pemberitaan faktual dan refleksi ilmiah. Menurutnya, penulis opini harus memiliki kepakaran yang sesuai dengan tema yang dibahas agar tulisan memiliki bobot akademis. 淥pini itu berhasil, kalau bisa memancing diskusi publik. Selain itu, penulis opini juga harus akademisi dan praktisi karena mereka-lah yang berkutat dengan riset dan pengalaman kerja, tambahnya.

Inti Opini

Memasuki pokok bahasan, Andri turut memaparkan anatomi opini yang terdiri atas tiga bagian utama. Pertama, pendahuluan atau lead tulisan dengan memperkenalkan isu dan memberi konteks latar belakang. Pada bagian ini, ia menegaskan bahwa penulis perlu menyampaikan posisinya secara jelas yakni apakah mendukung, menolak, atau menawarkan perspektif baru terhadap persoalan yang ia angkat.

Selanjutnya, pembahasan atau analisis menjadi bagian penting dalam berargumen yang didukung oleh teori, data, maupun pengalaman empiris. Andri menjelaskan bahwa penulis dapat menyertakan referensi untuk memperkuat argumen, namun jumlah referensi sebaiknya tidak melebihi opini utama penulis. Adapun penutup dalam tulisan opini, biasanya berupa kesimpulan yang menawarkan solusi, saran, atau ajakan sesuai bahasan tema.

淏anyak penulis masih mengirim tulisan bergaya jurnal ilmiah. Padahal opini itu sangat sederhana, hanya tiga bagian saja. Lead-nya tidak perlu panjang lebar, cukup langsung pada isu yang ingin diangkat apa, jelas Andri.

Menulis Selayaknya Bertutur 

Ia lalu menyampaikan ketentuan umum dari Jawa Pos, salah satunya panjang maksimal  opini antara 750800 kata. Jika tulisan melampaui batas, maka akan dikembalikan kepada penulis untuk diringkas. Lebih lanjut, Andri menekankan bahwa penulisan opini harus menggunakan bahasa yang ringan dan komunikatif. 

淢eskipun berbasis keilmuan, tulisan harus bergaya jurnalistik. Syukur-syukur kalau bisa dalam bahasa sastra yang mengalir supaya pembaca umum paham, ujarnya.

Menutup sesi, Andri kemudian mengimbau agar penulis menghindari kalimat bertele-tele, istilah asing berlebihan, maupun gaya pidato yang menggurui. 淢enulis itu seperti bertutur. Kalau karya ilmiah cenderung kaku, kita bisa belajar dari karya sastra untuk mengubah tulisan lebih mengalir, pungkasnya.

Penulis: Nur Khovivatul Mukorrobah

Editor: Ragil Kukuh Imanto 

AKSES CEPAT