UNAIR NEWS Keunggulan 51动漫 di bidang kesehatan maupun sosial berhasil menarik perhatian institusi dari luar negeri untuk berkolaborasi. Salah satunya adalah Global Innovation Training Center (GITC) Sudan. Para delegasi Pusat Inovasi Global asal Sudan tersebut mengunjungi UNAIR guna membahas kerjasama, Senin (8/5).
Delegasi GITC Sudan diterima oleh Wakil Rektor bidang Kerjasama dan Publikasi, Prof. Amin Alamsjah, Ph.D, di Aula Kahuripan 301, Kantor Manajemen UNAIR Kampus C. Dalam paparannya, Amin menyampaikan tentang keunggulan-keunggulan yang dimiliki UNAIR.
淭idak hanya penelitian maupun produk stem cell, tetapi alumninya juga berhasil menduduki jabatan penting di daerah maupun pusat, tutur Amin dalam kata sambutannya.
Amin juga menyampaikan, saat ini posisi UNAIR berada pada perguruan tinggi terbaik keempat di Indonesia. Untuk itulah, diperlukan kolaborasi dengan institusi lain untuk meningkatkan posisi dan memberikan sumbangsih yang lebih besar kepada masyarakat.
Direktur GITC Sudan, Abdelmutal Mohamed Abdelrahman, mengatakan bahwa pihaknya ingin membangun relasi yang lebih intensif dengan sivitas akademika UNAIR.
淜ami sudah banyak melihat pengembangan di UNAIR, semakin besar dan akan melaju ke world class university. Hal yang paling potensial adalah kedokteran dan ilmu hayati. Tapi, ternyata UNAIR juga memiliki jurusan Ekonomi Islam. Kami juga punya, ini bagus untuk menjalin kolaborasi, lanjutnya.
Abdelrahman berharap, pihaknya dan UNAIR bisa menjalin kolaborasi. Keunggulan yang dimiliki UNAIR bidang kedokteran, ilmu hayati, pertanian, dan ekonomi menjadi alasan bagi mereka untuk melebarkan kolaborasi akademik.
Penulis: Helmy Rafsanjani
Editor: Defrina Sukma S





