World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa quality of life adalah ‘penilaian orang terhadap posisi mereka dalam konteks budaya dan sistem tempat mereka hidup. Itu juga terkait dengan tujuan, kombinasi aspek kesehatan fisik, psikologis (mental), tingkat kepercayaan diri, hubungan sosial, dan hubungan dengan lingkungan. Quality of Life (QOL) atau kehidupan yang baik merupakan derajat ukuran suatu kehidupan memenuhi berbagai standar hidup yang baik. Qualitiy of Life yang baik sangat penting untuk menunjang kesejaterahaan ibu hamil.
Organisasi Kesehatan Dunia mendefinisikan kehamilan dan persalinan sebagai kondisi spesifik yang bukan merupakan penyakit, tetapi hanya proses biologis dan sosial yang membawa risiko kesehatan. Namun, faktanya kehamilan dan persalinan tidak dapat terkategorikan sebagai kondisi normal status kesehatan ibu. Terdapat perubahan kimiawi, biologis, fisiologis, hormonal, dan anatomis pada tubuh ibu selama masa kehamilan. Perubahan emosional dan fisik juga terjadi selama kehamilan. Perubahan ini terjadi di luar kendali dan dapat membuat mereka rentan baik secara fisik maupun mental, sehingga sering mempengaruhi kesejahteraan ibu hamil secara keseluruhan. Kehamilan merupakan masa yang penting bagi seorang ibu karena menimbulkan risiko tidak hanya bagi ibu, tetapi juga bagi anaknya.
Ukuran kualitas hidup ada untuk memungkinkan perspektif pasien tentang dampak intervensi kesehatan dan perawatan kesehatan pada kehidupan mereka. Menilai kualitas hidup kehamilan adalah penting dalam hal tindakan pencegahan tepat waktu selama kehamilan. Ini harus mengarah pada peningkatan kualitas perawatan dan kesejahteraan mereka, dengan menekankan kesehatan ibu hamil. Penilaian kualitas hidup dalam uji klinis menjadi semakin penting untuk menurunkan angka mortalitas dan morbiditas yang terkait dengan kehamilan.
Kota vs Desa
Sebuah hasil penelitian di Pakistan menunjukkan tidak ada perbedaan semua parameter kesehatan antara ibu hamil di perkotaan dan perdesaan. Ibu hamil di perkotaan menganggap kesehatannya lebih baik daripada di pedesaan. Terkecuali pada Fungsi Fisik, Sakit Tubuh, dan Fungsi Sosial. Namun, satu-satunya perbedaan signifikan antara kedua kelompok tersebut adalah Pembatasan Peran. Pembatasan peran terjadi karena Masalah Fisik, Persepsi Kesehatan Umum, dan Pembatasan Peran karena Masalah Emosional. Namun, dengan menggunakan alat penilaian Generic SF-36, ibu hamil dari pedesaan menunjukkan skor Generic Health-Related Quality Of Life (HRQOL) yang lebih baik daripada di perkotaan. Oleh karena itu, kesehatan mental dan fisik pada ibu hamil di pedesaan lebih baik daripada di perkotaan.
Hasil penelitian lain yang dilakukan di daerah perdesaan dan perkotaan di Jawa Timur, Indonesia menunjukkan hampir tidak ada perbedaan karakteristik ibu hamil di perkotaan dan perdesaan. Hanya ada perbedaan karakteristik tingkat pendidikan antara ibu di perkotaan dan perdesaan. Selain itu, juga tidak ada perbedaan quality of life ibu di perkotaan dan perdesaa. Tidak ada perbedaan baik dari faktor kesehatan fisik, mental, maupun sosial dan lingkungan. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah anak hidup (parity), tingkat pendidikan, usia kehamilan, jumlah kehamilan (graviditas), dan rencana kehamilan mempengaruhi quality of life ibu hamil di perkotaan. Sedangkan jumlah kehamilan (gravidity), usia, jumlah anak hidup (parity), tingkat pendidikan, pekerjaan, usia kehamilan, dan perencanaan kehamilan mempengaruhi quality of life ibu hamil di pedesaan..
Ibu hamil di perkotaan diharapkan lebih memperhatikan jumlah anak, tingkat pendidikan, dan usia kehamilan untuk meningkatkan quality of lifenya. Sedangkan ibu hamil di pedesaan hendaknya memperhatikan jumlah kehamilan (gravidity), usia, jumlah anak hidup (parity), tingkat pendidikan, pekerjaan, usia kehamilan, dan perencanaan kehamilan untuk meningkatkan quality of life-nya.
Penulis: Nunik Puspitasari
Detail tulisan ini dapat diakses di:
Puspitasari, N. (2023). QUALITY OF LIFE DURING PREGNANCY: A COMPARATIVE STUDY BETWEEN URBAN AND RURAL AREAS IN INDONESIA. Jurnal Biometrika Dan Kependudukan (Journal of Biometrics and Population), 12(1), 64“73.
DOI Number:





