51动漫

51动漫 Official Website

Quersetin sebagai Antiinflamasi dalam Patch Tipe Membran Ditinjau dari Karakteristik Pelepasan dan PenetrasiMenembus Kulit

Ilustrasi: Femina

Quersetin dikenal sebagai salah satu nutrasetikal atau zat yang memiliki manfaat fisiologis atau memberikan perlindungan terhadap penyakit. Quersetin merupakan senyawa bioaktif yang termasuk dalam golongan flavonoid dan dapat ditemukan dalam sejumlah tanaman seperti apel, brokoli, teh, kubis dan bawang. Senyawa tersebut mempunyai manfaat secara farmakologi seperti antioksidan, antivirus, antikanker, dan antiinflamasi. Penggunaan quersetin sebagai antiinflamasi dapat diberikan melalui per oral.

Akan tetapi, quersetin mempunyai kelarutan yang kecil, ketersediaan hayati yang terbatas, dan mengalami kerusakan di saluran pencernaan. Untuk mengatasi hal tersebut, quersetin dapat diberikan melalui penghantaran lewat kulit. Akan tetapi, quersetin mempunyai kemampuan menembus kulit yang rendah karena muatan molekul quersetin bersifat negatif. Untuk mengatasi hal tersebut, quersetin dibuat dalam sistem nano yaitu Nano Structured Lipid Carrier (NLC).

NLC adalah sistem nanopartikel lipid yang terdiri dari campuran lipid padat dan lipid cair terdispersi yang distabilkan dengan pengemulsi. Namun, kemampuan pemuatan obat dalam NLC dapat menurun saat penyimpanan. Untuk mengatasi hal tersebut,  NLC dimasukkan ke dalam patch tipe membran sebagai reservoir. Asam stearat sebagai lipid padat digunakan sebagai penyusun NLC karena kemampuannya dalam melarutkan quersetin dan menjebaknya dengan baik. Sebagai lipid cair digunakan  asam oleat yang terbukti dapat meningkatkan kelarutan dari quersetin dan menurunkan ukuran partikel NLC. Pada penelitian ini, NLC dibuat dalam beberapa rasio asam stearat dan asam oleat (6:4; 7:3; dan 8:2) dengan total lipid 10% dari formula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, pelepasan dan penetrasi quersetin dari patch tipe membran.

NLC yang memuat quersetin dibuat menggunakan metode High Shear Homogenization. Asam stearat dan asam oleat dilelehkan bersama pada suhu 65oC. Secara terpisah, surfaktan (Tween 80) dalam larutan penyangga fosfat pH 6 dipanaskan pada suhu 65oC. Fase air ditambahkan sekaliguske dalam fase minyak dan diaduk dengan kecepatan 5600 rpm selama 5 menit, kemudian diistirahatkan selama 2 menit dan dilanjutkan kembali dengan peningkatan kecepatan pengadukan hingga 18.000 rpm selama 8 menit. Setelah itu, campuran tersebut didinginkan dengan kecepatan pengadukan 500 rpm hingga mencapai suhu ruang.

Illustration by fimela.com

Pengamatan organoleptik menunjukkan bahwa NLC quersetin berwarna kuning kehijauan, berbau khas, dan memiliki bentuk semipadat. Formula dengan rasio lipid cair yang lebih tinggi menghasilkan ukuran partikel yang lebih kecil sedangkan rasio lipid padat yang lebih tinggi menghasilkan ukuran partikel yang lebih besar. Peningkatan rasio lipid padat dapat mempengaruhi proses pelelehan lipid dan menimbulkan aglomerasi selama pembuatan NLC.

Agregat tersebut tidak dapat pecah sehingga membentuk partikel besar. Indeks polidispersitas menunjukkan hasil rata-rata kurang dari 0,5 sehingga partikel NLC tersebut terdispersi homogen dalam sistem. Potensial zeta NLC quersetin adalah di bawah  -25 mV sehingga sistem NLC tersebut mempunyai kestabilan yang baik karena nilai potensial zeta kisaran tersebut dapat mencegah agregasi partikel NLC karena adanya tolakan Listrik.  pH semua formula NLC quersetin berada pada rentang 5-6.

Nilai tersebut sesuai dengan pH kulit yaitu 4-6 sehingga dapat diaplikasikan pada permukaan kulit. Viskositas NLC quersetin meningkat seiring dengan peningkatan rasio lipid padat. Efisiensi penjebakan NLC quersetin berada lebih dari 98%. Hal tersebut disebabkan lipid padat dan lipid cair yang digunakan dapat meningkatkan kelarutan quersetin sehingga memungkinkan untuk memuat quersetin secara maksimal.

Pengamatan permukaan patch tipe membran dengan NLC quersetin sebagai reservoir menunjukkan adanya perbedaan. Patch dengan NLC quersetin sebagai reservoir menunjukkan adanya rongga pada permukaan, sedangkan patch dengan campuran fisik sebagai reservoir cenderung rata dan terlihat adanya lipatan. Hal tersebut dapat mempengaruhi pelepasan quersetin pada saat uji penetrasi. Pada uji pelepasan patch, laju pelepasan pada semua formula tidak berbeda bermakna. Pada uji penetrasi, laju penetrasi quersetin pada patch dengan NLC sebagai reservoir lebih besar daripada patch dengan campuran fisik sebagai reservoir.

Hal tersebut disebabkan ukuran partikel NLC yang kecil sehingga meningkatkan oklusifitas pada kulit dan melepaskan quersetin sehingga quersetin lebih mudah berpenetrasi melalui kulit. Laju pelepasan dan laju penetrasi yang dihasilkan masih kecil akibat ukuran partikel masih di atas 300 nm sehingga diperlukan pemilihan lipid cair jenis lain dan peningkatan rasio lipid cair untuk mendapatkan ukuran partikel yang lebih kecil.

Penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan rasio asam stearat dan asam oleat tidak berpengaruh secara signifikan terhadap karakteristik fisik NLC quersetin (indeks polidispersitas, potensial zeta, pH dan efisiensi penjebakan) dan laju pelepasan. Namun, ukuran partikel, viskositas dan laju penetrasi menunjukkan perbedaan yang signifikan.

Penulis: Prof. Esti Hendradi, dra., M.Si., Apt., Ph.D.

Judul artikel:

Physicochemical Characterization, Release and Penetration Study of Nanostructured Lipid Carriers Quercetin Incorporated into Membrane-Type Patches

Tropical Journal of Natural Product Research, December 2023; 7(12):5581-5586

Link Jurnal :

AKSES CEPAT