51动漫

51动漫 Official Website

Rahasia Pertumbuhan Ayam KUB: Penggunaan Enzim dalam Pakan dan Gen Pengendali Pertumbuhan

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Permintaan terhadap produk hewani di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini sejalan dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya protein hewani dalam menunjang kesehatan dan kualitas hidup. Salah satu komoditas yang berperan besar dalam pemenuhan kebutuhan protein tersebut adalah daging ayam, yang tingkat konsumsinya terus menunjukkan tren peningkatan. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Balai Penelitian Ternak di Ciawi, Bogor, telah mengembangkan ayam lokal unggul yang dikenal sebagai Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB). Ayam KUB merupakan hasil seleksi ayam lokal yang memiliki sejumlah keunggulan, antara lain produksi telur dan daging yang lebih tinggi, pertumbuhan yang lebih seragam, kemampuan adaptasi lingkungan yang baik, serta efisiensi pemanfaatan pakan yang lebih baik dibandingkan ayam kampung pada umumnya. Meski memiliki potensi yang besar, pengembangan ayam KUB masih menghadapi beberapa tantangan, terutama pada fase pertumbuhan awal dan dalam mencapai performa produksi yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Padahal, pengembangan ayam KUB memiliki peran penting dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya peternak rakyat di daerah pedesaan.

Selama ini, upaya peningkatan performa ternak sering dilakukan melalui penggunaan Antibiotic Growth Promoters (AGP) dalam pakan. Namun, seiring dengan meningkatnya perhatian terhadap keamanan pangan dan kesehatan masyarakat, pemerintah telah melarang penggunaan AGP. Oleh karena itu, diperlukan alternatif yang aman dan ramah lingkungan untuk menggantikan peran AGP dalam meningkatkan performa ternak unggas. Salah satu solusi yang banyak dikembangkan saat ini adalah penggunaan bahan aditif pakan berbasis enzim, seperti enzim fitase dan protease. Penambahan enzim dalam pakan bertujuan untuk meningkatkan kecernaan dan pemanfaatan nutrien, sehingga pakan dapat digunakan secara lebih efisien oleh ternak. Enzim fitase berfungsi membantu memecah asam fitat dalam bahan pakan, sehingga fosfor dan nutrien lain yang sebelumnya terikat dapat dimanfaatkan oleh ayam. Sementara itu, enzim protease berperan dalam meningkatkan pemanfaatan protein dan asam amino, yang sangat penting untuk pertumbuhan dan pembentukan daging. Selain perbaikan dari sisi pakan, peningkatan produktivitas ayam KUB juga dapat dilakukan melalui pendekatan genetik. Salah satu gen yang berperan penting dalam mengatur pertumbuhan otot adalah gen Myostatin (MSTN). Gen ini berfungsi sebagai pengendali pertumbuhan otot rangka, sehingga berpengaruh langsung terhadap pembentukan daging dan karkas ayam. Analisis ekspresi gen MSTN dapat memberikan gambaran mengenai potensi pertumbuhan otot pada ayam KUB, serta hubungannya dengan performa produksi.

Performa ayam KUB pada dasarnya ditentukan oleh interaksi antara faktor genetik dan kualitas pakan yang diberikan. Dalam beberapa tahun terakhir, pendekatan nutrigenomik mulai banyak digunakan untuk memahami bagaimana pakan dapat memengaruhi ekspresi gen yang berkaitan dengan pertumbuhan dan produksi ternak. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan enzim fitase dan protease dalam ransum terhadap performa ayam KUB, sekaligus mengkaji ekspresi gen MSTN dalam hubungannya dengan produksi karkas ayam KUB. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi peternak, penyuluh dan pemangku kepentingan dalam pengembangan ayam KUB secara berkelanjutan.

Penulis: Prof. Dr. Mirni Lamid, drh., M.P

Nama jurnal: Asian Journal of Dairy and Food Research

Link jurnal:

AKSES CEPAT