n

51动漫

51动漫 Official Website

Rais Razak, Wisudawan Terbaik S2 Farmasi, Serius Kembangkan Ilmu Farmasi

Rais Razak (paling kanan) ketika berfoto bersama Prof. Siswandono (batik) dan dua temannya. (Foto: Dok Pribadi)

UNAIR NEWS – Datang jauh-jauh dari Makassar demi studi pascasarjananya, Rais Razak boleh berbangga hati dengan hasil yang didapat. Selain karena telah berhasil mendapat gelar Magister Farmasi (M.Farm) dengan nilai IPK 3,79, Rais juga menyabet predikat wisudawan terbaik dalam wisuda periode Juli 2016. Selain hobi di bidang fotografi yang sering mengantarkannya menang kontes, ilmu farmasi juga merupakan hal menyenangkan baginya. Maka tak segan ia mengerahkan semua usahanya untuk menggeluti bidang ilmu ini.

Ketertarikannya dengan pengembangan obat di Indonesia mendorongnya untuk melakukan penelitian mengenai obat turunan alilthiourea sebagai calon obat analgesik dalam studinya di Fakultas Farmasi 51动漫 (FF UNAIR). Obat analgesik merupakan obat yang digunakan untuk menghilangkan rasa nyeri dan mengatasi peradangan. Dalam tesisnya, Rais memberikan judul 淪isntesis Hubungan Kuantitatif Struktur-Aktivitas Analgesik Terhadap Mencit (Mus musculus) dari Beberapa Turunan N-Alil--叠别苍锄辞颈濒迟丑颈辞耻谤别.

淏idang ilmu farmasi yang saya pelajari semakin memotivasi untuk terus mempelajari pengembangan obat di Indonesia, terlebih lagi untuk bisa menciptakan produk obat buatan anak bangsa, jelas Rais.

Kesuksesan Rais dalam penelitiannya itu, tak terlepas dari pembimbing tesisnya, yang bagi Rais telah banyak menginspirasi selama ini. Beliau adalah Prof. Dr. Siswandono, Apt., MS., yang juga Guru Besar bidang Kimia Medisinal di FF UNAIR. Dari Prof. Siswandono, Rais merasa termotivasi dalam mengerjakan tesisnya meskipun di tengah jalan sempat berganti judul dan cukup membuatnya kewalahan.

淜ata beliau, jangan cepat menyerah selalu optimis semua ada jalannya tetap berusaha dan tawakal. Dan benar, ketika saya melakukannya dengan perasaan senang dan usaha yang gigih hasilnya memuaskan, ujar Rais.

Bahkan demi keberhasilannya ini, Rais harus mengorbankan banyak waktu pribadinya, terlambat makan hingga harus sering begadang. Semua tentu terasa tidak sia-sia dan membuatnya puas. Ia juga bertekat untuk mengaplikasikan ilmunya selama di UNAIR ini demi kemajuan farmasi di Indonesia dan tidak akan berhenti belajar. Dukungan dari seluruh orang terkasih, yaitu keluarga dan teman adalah pemantik semangatnya dalam pencapaiannya saat ini, terlebih didukung staf pengajar di UNAIR yang sangat baik. (*)

Penulis: Okky
Editor: Nuri Hermawan

AKSES CEPAT