UNAIR NEWS Airlangga Business Community (ABC) 51动漫 (UNAIR) menggelar webinar terbuka bertajuk 2023 Berakhirnya Era Startup?! What Next? pada Selasa (14/3/2023). Acara itu berangkat dari gencarnya pembangunan dan pertumbuhan startup saat pandemi tetapi mulai landai atau bahkan gulung tikar usai pandemi.
Andri Firmansyah SE, Founder and COO of Aratamart.id sekaligus pembicara dalam webinar tersebut menyampaikan bahwa pada masa pandemi banyak bermunculan startup. Namun, tidak semua startup yang dibangun dapat terus bertahan. Keberhasilan sebuah startup untuk bertahan hidup bergantung pada celah.
淜ita harus bisa melihat celah. Apakah produk kita disukai atau dibutuhkan oleh konsumen atau tidak? Apakah produk kita menjawab apa yang mereka mau? Fancy, keren, oke, tapi kalau konsumen ngerasa ga butuh-butuh banget pasti bakalan berat nantinya, ungkapnya.
Celah tersebut, sambugnya, akan berpengaruh terhadap loyalitas konsumen. Jika yang ditawarkan hanya berputar pada diskon atau promo menarik, startup akan kesulitan untuk mendapatkan loyalitas tersebut.
淜别迟颈办补 free ongkirnya dihilangkan, ketika insentif-insentif tadi dihapus, apakah mereka tetap stay di produk kita atau tidak? Itu yang harus dipertimbangkan, ujarnya.
Lebih lanjut, Andri mengungkapkan bahwa insentif yang ditawarkan memang ampuh untuk mengundang konsumen pengguna startup. Akan tetapi, konsumen akan berpindah menggunakan startup lain yang dirasa lebih menguntungkan apabila insentif-insentif itu dihapus di kemudian hari.
Andri mengambil contoh dari Aratamart.id, startup yang didirikan olehnya. Fitur pengisi celah dari startup kompetitor itu dinamakan pengiriman Extra Pagi dan Arata Meals. Kedua fitur itu menjadikan Aratamart.id tetap digunakan meskipun pandemi telah berakhir.
淔itur pengiriman Extra Pagi memberikan kelebihan dimana bapak ibu bisa membeli sayur, daging, ikan, dan seterusnya akan sampai rumah sebelum jam enam. Arata Meals juga mengisi celah dimana orang-orang dapat memesan makanan dari banyak tempat dengan biaya pengiriman sekali dan dalam satu waktu sekaligus, terangnya.
Andri juga menyadari bahwa startup tidak akan senantiasa menghasilkan keuntungan terus-menerus. Layaknya bisnis pada umumnya, akan ada waktu dimana startup akan mengalami kerugian. Hal yang dapat dilakukan adalah meminimalisir kerugian itu.
淵ang harus kita analisis dulu adalah cost mana yang bisa kita hilangkan tanpa mengurangi kualitas service kepada konsumen. Yang kedua, revenue mana yang kontribusinya lebih rendah dan butuh cost tinggi. Kemudian kita buat sumber income baru yang lebih dibutuhkan oleh konsumen, pungkasnya. (*)
Penulis : Muhammad Badrul Anwar
Editor: Nuri Hermawan





