Pulau Bangka, yang secara geografis merupakan bagian dari wilayah Paparan Sunda, menyimpan kekayaan alam yang luar biasa, terutama dalam hal keanekaragaman ikan air tawar. Salah satu contohnya adalah seekor ikan kecil berkilau dari genus Rasbora yang ditemukan di perairan pulau ini, spesies yang tidak hanya menarik secara ilmiah, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam budidaya berkelanjutan dan perikanan ramah lingkungan. Tim peneliti dari Universitas Bangka Belitung dan 51动漫 berhasil menerapkan metode DNA barcoding untuk mengidentifikasi Rasbora lokal yang selama ini sulit dibedakan secara morfologi. Melalui analisis gen mitokondria cytochrome c oxidase subunit I (COI), ditemukan bahwa Rasbora asal Bangka memiliki perbedaan genetik yang jelas dibandingkan kerabat terdekatnya, dengan tingkat kesamaan tertinggi hanya sebesar 94,15% terhadap Brevibora dorsiocellata, jauh di bawah ambang 97% yang umum digunakan untuk penentuan spesies. Hasil ini mengindikasikan kemungkinan adanya spesies baru atau spesies kriptik yang telah berevolusi secara terisolasi di ekosistem air tawar Bangka yang unik dan kaya akan keanekaragaman hayati.
Lebih dari sekadar pencapaian taksonomis, hasil tersebut menghadirkan peluang ekonomi dan konservasi. Rasbora telah lama diminati pasar ikan hias global berkat tubuh ramping serta corak warnanya yang memikat. Bila Rasbora Bangka terkonfirmasi sebagai spesies baru ataupun spesies kriptik, maka dapat berpotensi menjadi komoditas unggulan, baik sebagai ikan hias ekspor maupun ikan budidaya.
Kepastian identitas genetik memungkinkan program domestikasi, seleksi induk unggul, dan pembentukan strain adaptif yang tahan penyakit serta stres lingkungan. Upaya ini diharapkan meningkatkan ekonomi masyarakat lokal sekaligus memperkuat strategi budidaya berbasis keanekaragaman hayati, sejalan dengan inisiatif ekonomi biru Indonesia. Dengan dukungan riset molekuler dan komitmen konservasi, ikan mungil ini berpeluang mencuri perhatian, baik di perdagangan akuarium dunia maupun di halaman jurnal ilmiah terkemuka.
Penulis: Dr. Veryl Hasan, S.Pi., M.P.
Detail tulisan ini dapat dilihat di:





