Tuberkulosis tulang belakang atau spondilitis tuberkulosis merupakan salah satu bentuk TB ekstraparu yang cukup jarang, namun dapat menimbulkan dampak serius bila menyerang beberapa segmen tulang belakang (multilevel). Kondisi ini dapat memicu kelumpuhan, nyeri hebat, hingga gangguan aktivitas sehari-hari.
Kasus yang kami laporkan adalah seorang pria berusia 26 tahun dengan riwayat nyeri leher enam bulan, kelemahan progresif pada tangan dan kaki, hingga tidak mampu berdiri maupun melakukan aktivitas sederhana. Pemeriksaan MRI menunjukkan kerusakan serius di beberapa segmen tulang belakang, abses, serta fraktur odontoid yang menekan sumsum tulang belakang. Pasien sebelumnya juga memiliki riwayat tuberkulosis otak dan lutut.
Penanganan dilakukan secara multidisiplin, meliputi terapi obat anti-TB, operasi stabilisasi tulang belakang, serta program rehabilitasi intensif. Rehabilitasi difokuskan pada latihan pernapasan, penguatan otot, latihan duduk dan berdiri bertahap, hingga penggunaan alat bantu seperti cervico-thoraco-lumbo-sacral orthosis (CTLSO). Setelah satu tahun, pasien berhasil kembali berjalan mandiri tanpa alat bantu dan mampu melakukan aktivitas sehari-hari secara independen.
Kasus ini menegaskan pentingnya rehabilitasi komprehensif sejak dini bagi pasien dengan TB tulang belakang yang disertai komplikasi neurologis. Pendekatan yang terintegrasi antara pengobatan medis, tindakan bedah, dan rehabilitasi terbukti dapat meningkatkan kualitas hidup serta mengembalikan kemandirian pasien.
Referensi artikel jurnal:
Puja Setiawan, M. D., Wijaya, O., Poerwandari, D., & Kusumawardani, M. K. (2025). Comprehensive Rehabilitation Management of A Complicated Multilevel Tuberculous Spondylitis: A Case Report. Gomal Journal of Medical Sciences, 23(1), 91-94. https://doi.org/10.46903/gjms/23.1.1829
Data Diri
Nama lengkap : dr. Dewi Poerwandari, Sp. K.F.R.,K.R.(K)
NIP : 087788838934
Nomor HP : 196809122016016201
Judul artikel : Comprehensive rehabilitation management of a complicated multilevel tuberculous spondylitis: a case report
Link SCOPUS :听听听听听





