Kista radikular adalah kista odontogenic yang paling sering terjadi dengan prevalensinya yang mencapai 54,6 %. Prosedur enukleasi dapat menyebabkan terciptanya defek tulang yang dapat mengganggu fungsi mastikasi dan rehabilitasi seperti penggunaan gigi tiruan, dental implant akibat penurunan dimensi vertikal dan horizontal tulang alveolar. Manajemen defek tulang alveolar yang dihasilkan oleh prosedur enukleasi kista adalah rekonstruksi Guided bone regeneration (GBR). Prosedur GBR merupakan tindakan memasukkan p颅artikel graf ke dalam defek tulang alveolar untuk merangsang dan meningkatkan pembentukan tulang baru dan disertai dengan aplikasi membrane yang bertujuan untuk mencegah terjadingan invasi jaringan lunak ke area defek sehingga dapat mengoptimalkan pembentukan tulang baru dengann bentuk yang ideal. Pada laporan kasus ini disajikan dua kasus pasien dengan defek tulang alveolar pasca enukleasi kista radicular dengan manajemen rekonstruksi GBR.
Pasien pertama merupakan seorang wanita perempuan usia 49 tahun datang ke RSUD Haji Provinsi Jawa Timur dengan keluhan benjolan di vestibulum mandibula dekstra sejak 6 bulan yang lalu, pada awalnya berukuran kecil lalu membesar secara perlahan hingga saat ini. Riwayat pencabutan gigi geraham kanan bawah sejak 6 bulan yang lalu dan tidak ada riwayat trauma pada area tersebut sebelumnya. Pada pemeriksaan klinis ekstraoral tidak didapatkan asimetri wajah, tidak tampak edema dan hiperemi, pada palpasi teraba area kistik diatas border inferior mandibula dekstra tanpa krepitasi, tidak nyeri dan tidak teraba parastesi. Pemeriksaan radiologis menunjukkan gambaran radiolusen berbatas tegas pada apikal gigi 46 meluas hingga gigi 47. Pemeriksaan histopatologis menunjukkan jaringan ikat fibrous dilapisi oleh epitelium, dilatasi dan proliferasi pembuluh darah dengan infiltrasi sel inflamasi neutrophil dan limfosit. Tidak ditemukan tanda keganasan dalam semua hapusan kesan suatu lesi kistik jinak yang bisa didapatkan pada kista radikular. Berdasarkan hasil pemeriksaan, diagnosis dari pasien adalah Kista Radikular Regio 47 dengan differential diagnosis unikistik ameloblastoma dan kista residual disertai Impaksi Sebagian Gigi 48 Angulasi Vertikal dan Periodontitis Apikalis Kronis ec. Gigi 46 Gangren Radiks. Rekonstruksi defek dilakukan dengan preparasi bone graft. Platelet Rich Plasma yang diambil dari pasien sebelum operasi dicampur dengan 4 blok bovine bone xenograft dalam wadah pastel yang ditumbuk hingga halus seperti bubuk selanjutnya defek dilapisi dengan membrane pericardium hingga tertutup merata dan dipastikan graft tidak tersebar keluar defek.
Pasien kedua merupakan perempuan berusia 42 tahun datang ke RSUD Haji Provinsi Jawa Timur dengan keluhan bengkak di rahang kanan bawah belakang disertai keluhan sulit membuka mulut dan keluar nanah dari dalam mulut. Pemeriksaan ekstraoral tampak pembengkakan dan area hiperemi area submandibula dekstra di angulus tanpa fluktuasi. Pada pemeriksaan intraoral didapatkan trismus dengan buka mulut selebar 2 cm. Drainase pus dari margin gingiva gigi 46 tanpa ada pendangkalan vestibulum regio 46, tidak tampak fistula intraoral. Gigi 46 teraba mobilitas derajat 3 dan gigi 48 impaksi. Gigi 45 tidak terdapat mobilitas. Hasil foto panoramik menunjukkan lesi radiolusen berbatas diffuse regio 46 disertai resorbsi tulang alveolar. Diagnosis awal dari kasus adalah abses submandibula dekstra disertai periodontitis marginalis kronis dan impaksi gigi 48. Pasien dirawat inap di RSUD Haji untuk terapi antibiotik intravena ceftriaxone dan metronidazole serta regulasi gula darah rawat bersama dengan dokter spesialis penyakit dalam selama 5 hari dan didapatkan perbaikan kondisi. Pasien memiliki riwayat Diabetes Mellitus tipe II tidak terkontrol dan sudah dikonsultasikan ke spesialis penyakit dalam, medapatkan terapi injeksi insulin novorapid 3 kali sehari dan injeksi lantus 1 kali hingga kadar gula darah di batas normal. Setelah kondisi pasien baik, pasien dipulangkan dan di kontrol berkala. 3 minggu setelah infeksi reda, pasien dijadwalkan untuk kontrol terkait rencana tindakan operasi ekstraksi gigi, kuretase lesi periapikal dan odontektomi serta aplikasi bone graft, PRP dan membran amnion pada defek tulang di apical gigi 46 dengan general anestesi.
Evaluasi pasca enukleasi tampak lingual plate kondisi intact dan tampak defek luas di area regio 46 dan 47 dengan defek di buccal plate. Dilakukan irigasi dan kuretase, serta menghaluskan tepi tulang tajam hingga bersih. Rekonstruksi defek dilakukan dengan 4 block bovine bone xenograft dalam wadah pestle yang ditumbuk hingga halus seperti bubuk dan diaplikasikan pada defek, selanjutnya defek dilapisi dengan membrane amnion hingga tertutup merata dan dipastikan graft tidak tersebar keluar defek.
Pada pasien pertama digunakan membran pericardium yang berasal dari kantong fibro-osseous yang melapisi jantung. Membran Pericardium terdiri dari serat kolagen, mayoritas tipe I dan beberapa tipe III, membran bersifat elastis sehingga lebih mudah dimanipulasi secara klinis pada jaringan dengan anatomis kompleks seperti rongga mulut. Augmentasi atau penambahan substansi seperti Platelet Rich Plasma (PRP) untuk regenerasi tulang merupakan prosedur yang telah banyak digunakan. PRP memiliki peranan penting dalam proses penyembuhan luka dan meningkatkan pembentukan tulang baru dengan mempengaruhi human osteoblast-like cells. Pada pasien kedua digunakan membran amnion pada manajemen defek tulang alveolar. Membran amnion terdiri dari human Amnion Epithelial Cell (hAEC檚) dan human Amnion Mesenchymal Stromal Cell (hAMSC檚). Kedua sel memiliki imunofenotip yang mirip danbersifat multipotent untuk berdiferensiasi menjadi berbagai garis keturunan sel termasuk sel osteogenic. Penggunaan membrane amnion yang memiliki kapasitas osteoinduktif dapat mensintesis growth factor seperti VEGF, PDGF dan TGF尾 diharapkan dapat mengkompensasi penggunaan PRP untuk mendapatkan hasil regenerasi tulang yang diharapkan.
Penulis: David Buntoro Kamadjaja
Sumber:
Guided Bone Regeneration (GBR) Reconstruction of Extensive Alveolar Bone Defect Due to Infected Radicular Cyst Enucleation : Case Reports
Elsevier. International Journal of Surgery Case Reports; Volume 2023, Article ID 108280, 5 pages





