UNAIR NEWS Rektor 51 Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak., CMA., kembali melantik pejabat eselon III dan IV di lingkungan UNAIR. Tercatat, sebanyak 31 pejabat dilantik di Aula Selasar, Selasa (27/2).
Dalam sambutan pelantikan, rektor menengaskan bahwa dalam menanggapi perkembangan zaman, seluruh tenaga kependidikan (tendik) harus memahami dua hal. Ialah pelayanan yang cepat dan turut meningkatkan standar kerja.
Kepada seluruh pejabat yang dilantik, Prof. Nasih menegaskan agar harus bisa menjadi pelayan yang baik, tanggap, dan cepat. Hal itu, tambahnya, mengingat era kemajuan zaman yang telah menuntut agar semua bisa dilayani secara mudah dan cepat.
Dulu, saat kita kuliah dan sangat berbeda dengan saat ini. Generasi yang kita layani akan berbeda. Generasi zaman now ini menuntut yang serba cepat. Dulu melayani agak lambat tidak masalah. Hari ini jika pelayanan tidak cepat dan tidak baik, maka pelayanan bisa dilaporkan. Bahkan ke presiden sekalipun, ungkap Prof. Nasih.
Untuk itu, Prof. Nasih mengajak seluruh pejabat agar dalam melayani pelanggan tidak disamakan dengan zaman dulu. Selanjutnya, dalam mendukung langkah UNAIR menjadi kampus 500 dunia, pejabat baru juga diminta untuk terus berbenah. Utamanya dalam memberikan pelayanan terkait riset, publikasi, dan internasionalisasi.
Ke depan, tugas kita bersama akan terus berkaitan dengan riset, publikasi, dan internasionalisasi. Jadi kita harus turut berbenah. Jangan sampai kita justru jadi penghambat kemajuan UNAIR ini, tegas rektor.
Pada akhir, sebelum mengakhiri sambutan, Prof. Nasih menyinggung tentang maraknya kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh komisi anti rasuah terhadap berbagai pejabat, utamanya kepala-kepala daerah. Perihal itu, Prof. Nasih mengajak agar seluruh pejabat yang telah dilantik itu terus menjaga nama baik UNAIR dengan tidak melakukan hal-hal yang melanggar etika, utamanya suap dan korupsi.
Kalau ada suap, ini langsung saya yang melakukan OTT, candanya. Jadi, mari kita semua memelihara nama baik UNAIR yang telah dirawat sejak lama ini, pungkas Prof. Nasih.
Penulis: Nuri Hermawan
Editor: Binti Q. Masruroh





