51动漫

51动漫 Official Website

Religiusitas, Dukungan Sosial dan Makna Hidup sebagai Prediktor Ketahanan Korban Bencana Alam

Foto by Blog Aksiamal

Dalam bencana alam, keyakinan agama membantu orang menghadapi peristiwa dahsyat yang menimpa mereka. Untuk memahami sejauh mana religiusitas, dukungan sosial, dan makna hidup berperan dalam mengembangkan resiliensi di kalangan korban bencana alam. Kami mensurvei empat ratus penduduk yang terkena dampak banjir tahun 2010 di Pakistan. Skala multidimensi dukungan sosial yang dirasakan, kuesioner makna hidup, skala religiusitas, dan skala ketahanan ego digunakan dalam hal ini. Representasi responden laki-laki dan perempuan sama. Berkenaan dengan usia, 80 (20,5%) berusia kurang dari 36 tahun, 146 (36,5%) berusia antara 36 hingga 46 tahun, dan 172 berusia 47 tahun ke atas. F-statistik (f=7.5, P<0.001) menunjukkan kecocokan model yang baik. Tingkat religiusitas korban banjir merupakan prediktor terkuat (螔=0.56, P<0.01) diikuti oleh makna hidup (螔=0.31, P<0.01) dan dukungan sosial (螔=0.23, P<0.01). Dukungan sosial, makna hidup, dan religiusitas secara bersama-sama menjelaskan secara signifikan (R2=0,56) ketahanan korban banjir. Temuan menunjukkan bahwa religiusitas merupakan prediktor yang signifikan bersama dengan dukungan sosial dan makna hidup dalam menjelaskan ketahanan di antara para korban bencana alam.

Mengingat fakta bahwa agama memberikan jawaban atas makna dan tujuan hidup, itu juga membantu orang untuk bertahan hidup di masa-masa sulit. Tidak seorang pun dapat menyangkal pentingnya agama untuk memenuhi kebutuhan manusia bahkan di dunia modern dan ilmiah saat ini. Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa sarjana telah menemukan bahwa orang mempraktikkan agama untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan, termasuk hepatitis, asma, demensia, kanker, dan pembedahan.

Penelitian saat ini menemukan peran dukungan sosial, makna hidup, dan religiusitas dalam memprediksi ketahanan korban banjir. Kami menemukan asosiasi (kuat & sedang) diantara semua variabel penelitian. Hasilnya ditemukan bahwa religiusitas adalah prediktor utama resiliensi antara daerah korban banjir. Studi tersebut secara khusus menunjukkan bahwa efek positif dari religiusitas seperti peningkatan resiliensi dapat dipercepat pemulihan korban bencana pascabencana. Itu studi saat ini mengusulkan bahwa ada kebutuhan untuk mengintegrasikan agama dalam mengembangkan pencegahan bencana mekanisme serta intervensi kesejahteraan untuk daerah yang terkena bencana.

Penulis: Dr. Muhammad Saud

Direct link to paper:

AKSES CEPAT