UNAIR NEWS Event tahunan UKM Teater Mata Angin dihelat pada 23 Mei 2017. Gelaran bertajuk 淩enoviesta dengan tema Dialog Rasa Dalam Bingkai Cinta itu mementaskan tiga naskah pertunjukkan di Gedung Cak Durasim. Masing-masing berjudul Kisah Cinta dan Lain-Lain (disutradarai oleh Ryan Chrisharo Halim, FISIP 2016), Sumur Tanpa Dasar (Faris Imam P., Vokasi 2016), dan Pinangan (Syeka Maulana, FEB 2016).
Tak kurang dari 400 penonton dari beragam latar belakang hadir dalam acara tersebut. Selain para pecinta teater, terdapat pula para pelajar, mahasiswa, pegiat seni, dosen, dan lain sebagainya.

Tepuk tangan meriah terdengar menggema di venue acara tatkala pertunjukkan berakhir. Mereka yang selama penampilan terlihat 渒hidmat menikmati, dibuat takjub begitu para pemain menyelesaikan akting. Pengunjung merasa terhibur dan dibuat kagum.
淧ara aktor dan tim inti pertunjukkan adalah mahasiswa UNAIR angkatan 2016 atau anggota baru UKM kami. Sebagai proses pengaderan sekaligus branding rutin tahunan bagi Mata Angin, ungkap Fitri Rismayanti, ketua Teater Mata Angin. 淩enoviesta kali ini berusaha memberikan pandangan cinta yang universal, imbuhnya. 听听听

Yang tak kalah menarik, selain menampilkan teater, 淩enoviesta juga dimeriahkan dengan Lyrical Dance dari UKM Orchestra.
Diharapkan, melalui acara ini, Teater Mata Angin bisa dikenal lebih luas. Sedangkan di internal anggota, terbentuk keakraban dan rasa persaudaran yang lebih dalam. Sebab, dalam sebuah aktifitas teater, kerja tim merupakan kunci utama kesuksesan.
Selama ini, Teater Mata Angin kerap ikut bersumbangsih mengharumkan nama UNAIR. Antara lain, pada 23 sampai 25 April lalu di Universitas Surabaya. Pada event regional Jawa Timur bertajuk 淔estival Teater itu, Teater Mata Angin menjadi yang terbaik setelah membawakan naskah Malam Jahanam. (*)





