51动漫

51动漫 Official Website

Resah Akibat Banjir, Kelompok KKN Badean Usung Pembuatan Biopori

Proses Pemotongan dan Pelubangan Pipa oleh Anggota Kelompok KKN BBK Badean. (Sumber: Tim PDD)
Proses Pemotongan dan Pelubangan Pipa oleh Anggota Kelompok KKN BBK Badean. (Sumber: Tim PDD)

UNAIR NEWS Desa Badean, Banyuwangi, Jawa Timur merupakan salah satu desa yang asing lagi dengan bencana banjir. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut kerap kali menyebabkan air meluap dan menimbulkan genangan di sekitar pemukiman warga. Menanggapi hal tersebut, Kelompok Badean 51动漫 (UNAIR), menginisiasi program kerja berupa edukasi dan penerapan biopori. Mereka adalah Ilman Andaludzi (), Gaia Zhafirah (), Fidya Rahadatu (), Marisa Binta (), Elham Zahrudin (), Febby Nanda (), Ananda Putra (), Wita Setia (), M Reyhan Akbar (), dan Malikhatul Fauziyah ().

Kepada UNAIR NEWS, pada Rabu (31/1/2024), Ilman selaku ketua kelompok menyampaikan bahwa biopori merupakan metode pembuatan lubang resapan dengan memanfaatkan pipa sebagai media tanam. Hal tersebut sangat berguna dalam mengatasi permasalahan banjir, terkhusus di Desa Badean.

淧enempatan biopori berada di beberapa titik lokasi yang memungkinkan terjadinya genangan saat musim hujan tiba. Hal tersebut guna mengurangi dan menjaga ekosistem tanah dan air, ucap Ilman.

Kepala Dusun Cungkingan kerap membantu Kelompok KKN BBK Badean tersebut dalam melakukan survei lokasi. Survei dilakukan untuk mengindentifikasi lokasi-lokasi rentan terhadap banjir atau genangan air yang sulit meresap setelah hujan. Sehingga, memudahkan dalam penentuan titik lokasi penanaman biopori.

Proses pembuatan biopori berawal dari pemotongan pipa paralon menjadi berukuran setengah meter. Kemudian, melubangi pipa tersebut dan menanamkannya ke dalam tanah. Selain menjadi solusi dalam mengatasi banjir, biopori juga memiliki fungsi tambahan sebagai tempat pembuangan sampah organik, termasuk sisa makanan.

淪etelah sampah-sampah tersebut didiamkan beberapa saat, akan terjadi proses penguraian alami dan berubah menjadi pupuk kompos. Nantinya, pupuk tersebut dapat bermanfaat bagi pertanian setempat, jelas mahasiswa FTMM tersebut.

Proses Penanaman Biopori di Dalam Tanah sebagai solusi banjir. (Sumber: Tim PDD)

Program kerja yang mereka lakukan membuahkan hasil. Ilman mengungkapkan, kegiatan berjalan dengan lancar tanpa ada kendala. Masyarakat setempat tampak antusias akan kegiatan yang Ilman dan kelompoknya lakukan. Dengan ramah, masyarakat Badean memberikan dukungan penuh, bahkan menawarkan peralatan tambahan untuk meringankan proses penggalian. 

淭erlihat dengan jelas, masyarakat tersebut menjunjung penuh semangat gotong royong serta kesadaran akan pelestarian lingkungan. Bahkan, kami mendapatkan suguhan hidangan saat melaksanakan kegiatan ini, tuturnya.

Setelah melakukan penanaman biopori, rencana ke depannya, kelompok KKN tersebut akan membandingkan hasil ketika menggunakan biopori dengan sebelum adanya biopori. Tidak kalah penting, merekan akan melakukan evaluasi dan penentuan langkah-langkah perbaikan dari hasil penerapan biopori.

淜ami berencana, melakukan kerja sama dengan pemerintah daerah, lembaga lingkungan, atau organisasi nonpemerintah lainnya untuk mendukung dan memperluas implementasi biopori. Dengan adanya kolaborasi yang kuat, proyek ini dapat berdampak lebih besar dan berkelanjutan dalam mengurangi risiko bencana banjir, pungkas Ilman.

Pada akhir sesi wawancara, Kelompok KKN BBK Badean menyampaikan harapannya. Mereka berharap, seluruh kontribusinya dapat membantu masyarakat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Selain itu, Ilman mengatakan, hendaknya ke depan, Desa Badean dapat mengembangkan program kerja yang telah mereka lakukan.

Penulis:

Editor: Feri Fenoria

Baca juga:

Peluang Usaha Kaldu Bubuk dari Limbah Kulit Udang ala Kelompok KKN Bulusan

Tim KKN-BBK 3 Ajarkan Budidaya Ikan dalam Ember pada Masyarakat Pakal

AKSES CEPAT