Migrasi apikal dari margin gingiva ke cementoenamel junction (CEJ) menyebabkan resesi gingiva, membuat akar gigi terlihat. Resesi ini dapat menyebabkan karies akar dan hipersensitivitas. Penyebabnya termasuk kebersihan gigi yang buruk, sering terjadi pada pasien dengan penyakit periodontal, dan semakin parah seiring bertambahnya usia. Mengatasi penyebabnya dan terapi periodontal dapat mengembalikan resesi gusi. Dua tujuan utama pengobatan adalah memulihkan estetika gigi dan menghilangkan gejala. Resesi gusi dapat diobati dengan material restoratif, perawatan ortodontik, dan bedah periodontal.
Bahan dan Metode
Dari bulan Juni hingga Desember 2023, rekam medis periodontal dari Poliklinik Periodonsia Rumah Sakit Gigi 51动漫 dikumpulkan untuk studi observasional. Penelitian ini mencakup pasien dengan resesi gingiva yang dirawat antara bulan Januari hingga Desember 2022. Pasien yang berusia di bawah 18 tahun, tanpa resesi gingiva, atau yang memiliki status periodontal yang tidak lengkap tidak diikutsertakan. Teknik yang digunakan adalah total sampling, dengan pengambilan data dari seluruh status periodontal pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Data sekunder akan dicatat dalam formulir kuesioner yang berisi usia, jenis kelamin, dan area gigi yang mengalami resesi gingiva. Penelitian ini disetujui oleh komite etik 51动漫 dengan nomor referensi 1/UN3. 9. 3/Etik/PT/2024.
Data Analis
Metode pengolahan data studi ini, dan hasilnya ditampilkan sebagai persentase (%). Analisis data deskriptif menggambarkan keadaan sekitar temuan studi sebelum menarik kesimpulan. Uji korelasi Spearman digunakan untuk menilai ada tidaknya hubungan antara dua variabel, serta kekuatan dan arah hubungan.
听Hasil dan diskusi
Sebuah penelitian di Rumah Sakit Gigi dan Mulut 51动漫 menganalisis 1. 573 sampel dari 2022 kunjungan. Dari 149 orang yang menggunakan suplemen periodontal, 57 didiagnosis dengan resesi gingiva, kondisi yang dapat menyebabkan hipersensitivitas gigi dan hilangnya kemampuan jaringan periodontal. Resesi gingiva lebih banyak terjadi pada wanita, karena mereka lebih cenderung menjaga kebersihan mulut. Prevalensi tertinggi ditemukan pada usia 45-54 tahun, dan kondisi ini cenderung memburuk seiring bertambahnya usia. Faktor penyebab termasuk abrasi, penurunan elastisitas, dan perawatan gigi yang tidak memadai. Pria usia 18-24 tahun juga mengalami masalah kesehatan mulut yang lebih tinggi, dan hormonal dapat mempengaruhi kesehatan mulut. Menerapkan rencana kesehatan mulut yang sesuai dengan usia dapat membantu meningkatkan kesehatan mulut.
Menurut penelitian tersebut, resesi gingiva paling sering terjadi pada wanita berusia 45 hingga 54 tahun, menunjukkan bahwa hal ini disebabkan oleh banyak faktor, dan paling sering terjadi pada gigi V sextan atau gigi posterior kiri rahang bawah. Penelitian di masa depan harus berkonsentrasi pada penelitian mendalam tentang faktor etiologi, mengevaluasi keberhasilan perawatan, dan studi longitudinal untuk melacak perkembangan resesi gingiva dari waktu ke waktu.
Penulis: Shafira Kurnia
Artikel selengkapnya dapat diakses melalui:
Supandi, S. K., Bargowo, L., Savitri, I. J., Putra, I. G. A. A., Fathurrahman, A. A., & Islamy, A. H. (2025). Gingival Recession In The Periodontology Specialist Polyclinic Of The Oral And Dental Hospital, Airlangga University, From January To December 2022: Tropical Journal of Natural Product Research. Tropical Journal of Natural Product Research (TJNPR), 9(2), 698-701. https://doi.org/10.26538/tjnpr/v9i2.36





