UNAIR NEWS Ria Setiawati dapatkan 2 juara sekaligus hanya dengan waktu 15 hari. Mahasiswa Ilmu Komunikasi ini mendapatkan juara 3 Lomba Parade Cinta Tanah Air (PCTA) tingkat Jawa Timur yang diselenggarakan oleh Kementrian Pertahanan RI (29/08) dan juara 1 Citizen Journalism (CJ) Nasional yang diadakan oleh Unit Kegiatan Giri Taruna, UPN Jawa Timur (15/09).
Perbedaan kedua perlombaan itu cukup signifikan. PCTA merupakan lomba karya tulis yang diikuti Ria dengan temannya Hasbi Ashidiqqi sebagai tantangan untuk diri sendiri, sedangkan CJ merupakan lomba jurnalistik yang diikutinya bersama Grandy Bagas Rachmanda, teman sejurusannya. CJ diikuti karena yang memang sedari kecil Ria punya hobi dan cita-cita sebagai seorang jurnalis.
渒alau juara 1 PCTA dapat mewakili JATIM ke tingkat Nasional. Meski saya berasal dari NTB, jika mampu saya akan sangat bangga. Kalau CJ berbeda, melalui lomba ini saya ingin menunjukkan bahwa karya jurnalistik kami patut untuk diperhitungkan, tutur Ria.
Ria mengaku perjalanan mempersiapkan kedua lomba ini tentu tidak gampang dan tidak juga sulit. Kedua loma ini jadi gampang karena merupakan bidang yang ia sukai sehingga tidak terlalu berat dan tetap terasa menyenangkan.
Diantara kedua lomba tersebut, Ria menjelaskan terdapat perbedaan persiapan ketika sudah terpilih menjadi finalis. Ketika lomba CJ di final hanya perlu presentasi karya selama 5 menit. Tapi, tantangan disana harus berani menghadapi orang lalu lalang dan berhenti, karena tempat finalnya di Mall.
Tak sama dengan PCTA. Perlombaan ini terasa lebih berat karena harus siap materi yang padat dengan waktu presentasi 15 menit. Ria menerangkan, ada sedikit cerita menarik di PCTA. Karena Ria dan temannya sama berasal dari jurusal ilmu sosial, mereka harus berhadapan dengan lawan dari Universitas lain yang notabenenya adalah teknik dan membawa prototype. Mereka tidak membawa prototipe waktu itu.
淵ang paling berkesan saat PCTA adalah ketika pengumuman juara. Saking pesimisnya bisa menang kami sampai keluar ruangan dan menutup telinga rapat-rapat agar tidak dengar pengumuman. Tapi alhasil kami juara, dan tidak membawa prototype karya, tutur Ria.
Rasa senang dan bangga tidak bisa dibendung ketika tau di akhir-akhir masa sebagai masa mahasiswa dapat mempersembahkan prestasi untuk kampus tercinta. Selanjutnya Ria Setiawan masih punya rencana mengikuti perlombaan di akhir Septermber dan awal Oktober besok.
淭idak hanya karena keberuntungan, ini semua karena usaha juga yang keras sehingga menghasilkan karya terbaik, ungkap Ria.
Penulis: Hilmi Putra Pradana
Editor: Nuri Hermawan





