51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Riset Epidemiologi di Surabaya Ungkap Faktor Reproduksi yang Berperan dalam Infeksi HPV pada Perempuan

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi HPV (sumber: https://pkbi-jatim.or.id/kondiloma-kutil-kelamin-fakta-dan-pengobatannya/)

Infeksi Human Papillomavirus (HPV) masih menjadi masalah kesehatan reproduksi yang penting di Indonesia karena berperan besar dalam terjadinya kanker serviks. Sebuah penelitian epidemiologi yang dilakukan di Surabaya mengungkap gambaran terbaru mengenai prevalensi HPV pada wanita usia reproduksi serta faktor-faktor yang berhubungan dengan infeksi tersebut.

Penelitian ini melibatkan 300 wanita usia reproduksi yang menjalani pemeriksaan HPV menggunakan metode deteksi DNA berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR). Sampel diambil melalui teknik swab vagina dengan metode self-sampling, yang dinilai lebih nyaman dan dapat meningkatkan partisipasi perempuan dalam skrining. Hasilnya menunjukkan bahwa sekitar 10,7 persen responden terdeteksi positif HPV, menandakan bahwa infeksi HPV masih cukup signifikan di tingkat komunitas.

Menariknya, sebagian besar infeksi HPV yang ditemukan bukan berasal dari tipe 16 dan 18, dua tipe yang selama ini paling sering dikaitkan dengan kanker serviks, melainkan dari subtipe risiko tinggi lainnya. Temuan ini memperkuat bukti bahwa strategi pencegahan kanker serviks tidak cukup hanya berfokus pada tipe HPV tertentu, tetapi memerlukan pendekatan skrining yang lebih komprehensif.

Dari sisi faktor risiko, penelitian ini menemukan hubungan yang bermakna antara usia pertama kehamilan dan penggunaan kontrasepsi hormonal dengan kejadian infeksi HPV. Wanita yang mengalami kehamilan pertama pada usia 25 tahun atau lebih serta mereka yang menggunakan KB hormonal memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi HPV. Sebaliknya, faktor usia responden, usia pertama kali berhubungan seksual, dan jumlah persalinan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik.

Temuan ini memiliki implikasi strategis bagi kebijakan kesehatan masyarakat, khususnya dalam penguatan edukasi kesehatan reproduksi, perencanaan kehamilan, pemilihan kontrasepsi yang tepat, serta perluasan akses vaksinasi dan skrining HPV. Dengan pencegahan berbasis bukti ilmiah, diharapkan angka infeksi HPV dan beban kanker serviks di Surabaya dan Indonesia dapat ditekan secara berkelanjutan. Upaya ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penurunan angka kematian akibat penyakit tidak menular, serta SDG 5 (Kesetaraan Gender) dengan menjamin akses perempuan terhadap layanan kesehatan reproduksi yang berkualitas dan berkeadilan.

Penulis: Eny Qurniyawati

Informasi lebih detail mengenai artikel ini dapat dilihat pada:

Widayati, U., Qurniyawati, E., & ElKhalil, R. (2026). Prevalence and Risk Factors of HPV Infection among Women of Reproductive Age in Surabaya. Jurnal Berkala Epidemiologi, 14(1), 1“7. https://doi.org/10.20473/jbe.V14I12026.1-7

AKSES CEPAT