51动漫

51动漫 Official Website

Risiko Tinggi Kelainan Repolarisasi Ventrikel di Antara Pasien Hemodialitik dengan Penyakit Ginjal Stadium Akhir

IL-by-Ciputra-Hospital

Di Indonesia, CKD ditemukan pada 12,5% (Cockroft-Gault), 8,6% (modifikasi diet pada penyakit ginjal/MDRD), atau 7,5% (Chinese modified MDRD) subjek dengan hipertensi, proteinuria, dan/atau diabetes. Penyakit kardiovaskular (CVD) dan risiko aritmia jantung atau ventrikel (VA), termasuk kematian jantung mendadak (SCD), sangat meningkat pada pasien CKD, terutama saat mencapai penyakit ginjal stadium akhir (ESRD). Resiko kelainan Jantung dapat dideteksi dini menggunakan pendekatan yang sederhana dan mudah diakses, namun belum banyak data yang mengevaluasi parameter EKG pada pasien ESRD. 

Penelitian ini menilai parameter Elektrokardiografi (EKG) pada kelainan repolarisasi ventrikel pada pasien dengan penyakit ginjal stadium akhir (ESRD) yang bergantung pada hemodialisis. Investigasi melibatkan 53 pasien dengan ESRD yang bergantung pada hemodialisis dan 32 pasien dengan CKD pra-dialisis. Menggunakan jangka sorong, parameter ECG diukur secara manual, dan independent sample t-test digunakan untuk perbandingan. Untuk membedakan antara prediktor independen dari setiap parameter EKG dan variabel yang secara substansial berkorelasi dalam analisis bivariat, digunakan analisis regresi linier multivariat. Interval QTc berkorelasi positif dengan kadar natrium dan usia, menunjukkan perbedaan yang signifikan antara repolarisasi pra-dialisis dan hemodialisis. Sebagian besar variabel, termasuk eGFR, kreatinin, kalium, klorida, dan glukosa, berkorelasi dengan rasio Tp-e/QT. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pasien ESRD yang tergantung hemodialisis memiliki peningkatan risiko aritmia ventrikel, dan parameter EKG harus dipantau untuk deteksi dini.

Penulis: Kartika Afrida Fauzia

Jurnal: High Risk of Ventricular Repolarization Abnormalities among Hemodialytic End-Stage Renal Disease Patients

AKSES CEPAT