51动漫

51动漫 Official Website

Roundtable ICAS 13, Keterlibatan Komunitas hingga Warisan Sejarah Jadi Sorotan

Joella van Donkersgoed memberikan pernyataannya selama sesi roundtable (Foto: PKIP UNAIR)
Joella van Donkersgoed memberikan pernyataannya selama sesi roundtable (Foto: PKIP UNAIR)

UNAIR NEWS – Banyak agenda yang dilakukan selama perhelatan termasuk salah satunya adalah sesi roundtable. Pada hari kedua gelaran ICAS 13, revitalisasi kota lama menjadi topik utama dengan mengangkat judul 淭owards the Surabaya Old Town Heritage Revitalization Program: Prospects, Challenges, and Its Future. Roundtable tersebut berlangsung di Gedung Pascasarjana, Kampus Dharmawangsa – B 51动漫 (UNAIR) ruang P1.03 pada Senin (29/7/2024). 

Adrian Prakasa dan Paul Rabe menjadi pemimpin dalam roundtable dengan peserta, yakni Lambert Grijns, Joella van Donkersgoed, Chee-Kien Lai, Ying-kit Chan, dan Maulana Ibrahim. Selama sesi roundtable mereka saling memberikan kritik dan solusi terhadap pengembangan warisan Kota Lama Surabaya. 

Hadir juga Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Dr Ikhsan SPsi MM yang memberikan paparan mengenai kondisi Kota Surabaya terkini. 淪urabaya ini merupakan kota terbesar kedua di Indonesia. Kita bisa lihat bahwa di Surabaya ini ada 286 bangunan cagar budaya dan 10 kawasan cagar budaya. Dan di sini nanti akan ada situs Eropa, situs Pecinan, dan situs Ampel, ungkapnya.

Lambert Grijns dalam pernyataanya menyebutkan pentingnya keterlibatan komunitas melalui peningkatan sumber daya manusia di Surabaya. Hal ini demi keberlangsungan pengembangan Kota Lama Surabaya. 淪aya ingin memberikan selamat kepada semua karena ini (Kota Lama Surabaya, red) sangat impresif. Pemerintah Surabaya harus berfokus pada peningkatan sumber daya manusia demi menyempurnakan pengelolaan kota ini, sebutnya. 

Suasana kegiatan Roundtable ICAS 13 hari kedua yang berlangsung di Gedung Pascasarjana UNAIR (Foto: PKIP UNAIR)
Suasana kegiatan Roundtable ICAS 13 hari kedua yang berlangsung di Gedung Pascasarjana UNAIR (Foto: PKIP UNAIR)

Senada dengan Lambert, Joella menjelaskan bahwa sebuah warisan tidak hanya sebatas bangunan semata tapi juga aspek penting dalam suatu kota. Maka, menurutnya tetap penting untuk mendengar aspirasi dari berbagai komunitas yang ada. 淪angat penting untuk tetap mendengarkan komunitas tentang apa yang sebenarnya mereka butuhkan. Karena mereka yang juga hidup di area sekitar, jelasnya. 

Dalam kesempatan lain, di tengah-tengah euforia perkembangan Kota Lama Surabaya, Maulana mengatakan pentingnya pemerintah untuk tetap mengedukasi generasi sekarang untuk tidak melupakan warisan asli lokal Surabaya. 淭radisi lokal kita itu sangat penting. Kita harus merepresentasikan kembali kepada siswa mengenai sejarah melalui situs-situs heritage ini, ujarnya. 

Selain itu, Chee-Kien Lai juga menyoroti tentang pengelolaan tata letak kota yang harus diperhatikan agar semua orang yang berkunjung dapat merasa nyaman. 淧ohon di lanskap Surabaya itu penting untuk mengurangi panas disini, itu harus dipikirkan. Kita harus berpikir bagaimana orang-orang dapat berjalan dengan nyaman,漥elasnya. 

Penulis: Mohammad Adif Albarado

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT