UNAIR NEWS Sebagai salah satu perguruan tinggi negeri yang memiliki rumah sakit pendidikan, 51动漫 mengemban tanggung jawab menjadi pusat riset dan pengabdian bidang kesehatan di Indonesia. Melalui Rumah Sakit 51动漫 (RSUA), UNAIR terus mewujudkan beragam layanan. Baik untuk masyarakat umum, maupun akademisi dan peneliti bidang kesehatan.
Salah satu yang terbaru diwujudkan RSUA adalah program layanan medical check-up bagi mahasiswa program internasional. Khususnya bagi penerima beasiswa dan mahasiswa yang melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Ditemui UNAIR NEWS di tempat kerjanya beberapa waktu lalu, Kepala Marketing RSUA dr. Niken Sasadhara Sasmita menyampaikan bahwa layanan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan dan fasilitas bagi segenap mahasiswa UNAIR untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri. Berkaca pada tahun sebelumnya, lanjut dr Niken, persentase jumlah mahasiswa yang mengajukan layanan medical check-up terus meningkat. Termasuk di antaranya jumlah mahasiswa yang berasal dari UNAIR.
滲ukan hanya untuk mahasiswa 51动漫, juga untuk mahasiswa umum, ujarnya.
漀amun, secara persentase, yang berasal dari UNAIR mencapai 6070 persen, imbuhnya.
Program bernama Airlangga Integrated MCU (Medical Check-Up) for Scholarship tersebut, lanjut dr Niken, menjadi respons atas peningkatan aktivitas keilmuan ke luar negeri UNAIR. Khususnya tingginya jumlah mahasiswa peminat daftar beasiswa ke luar negeri.
滽别驳颈补迟补苍 student exchange, conferrence semakin diminati mahasiswa, sebutnya.
滽arena itu, RSUA memfasilitasi hal itu (tingginya minat mahasiswa, Red) untuk memudahkan pemenuhan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi bagi mahasiswa yang terdaftar, tambahnya.

Sejumlah negara di kawasan Asia dan Eropa menjadi langganan para mahasiswa untuk mendapatkan beasiswa. Di kawasan Asia, ungkap dr Niken, yang sering adalah negara Jepang dan Korea. Tingkatannya pun juga mulai S1 sampai S3.
Menurut dr Niken, sejumlah keunggulan tersedia dalam layanan Airlangga Integrated MCU forScholarship itu. Di antaranya, RSUA tergolong rumah sakit milik pemerintah, di bawah Kemristekdikti. Selain itu, layanannya terintegrasi dengan spesialis yang lain dan hasil check-up diterbitkan dengan dua bahasa.
漃enerbitan hasilnya juga lebih cepat. Yakni, H+1. Juga tersedia layanan untuk pemberian vaksinasi. Yakni, vaksin dewasa sebagai syarat untuk terbang ke negara-negara lain, ujarnya.
Pada akhir, dr Niken berharap penluncuran program layanan Airlangga Integrated MCU for Scholarship tersebut mampu mendukung aktivitas pendidikan di kancah internasional UNAIR, juga mahasiswa pada umumnya. Terutama memfasilitasi kegiatan student exchange dan conferrence di luar negeri.
漈epatnya dengan fasilitas pelayanan kesehatan yang terintegrasi, mudah, cepat, dan murah, pungkasnya. (*)
Penulis: Feri Fenoria






