51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Rumus Penentuan Tinggi Badan Menggunakan Antropometri Handprint Etnis Tagalog di Filipina

Upaya mencapai keadilan, khususnya dalam perkara pidana, merupakan sebuah proses yang kompleks dan memiliki banyak segi yang tidak dapat dicapai melalui satu tindakan saja. Menyelesaikan kasus dalam waktu satu jam, seperti yang sering digambarkan dalam film, bisa menjadi tugas yang rumit. Ilmu forensik mewakili titik temu antara sains dan hukum.

Bidang ilmu forensik berfokus pada pemeriksaan dan analisis bukti fisik yang ditemukan di TKP (Tempat Kejadian Perkara). Bukti ini mungkin muncul dalam bentuk tampak atau laten, yaitu bukti cetakan, yang mencakup sidik jari, sidik jari, dan jejak kaki. Meskipun demikian, bukti cetakan lain mungkin berguna dalam penyelidikan forensik. Bekas perkakas dan bekas ban adalah beberapa contoh bukti bekas lainnya. Berbagai jenis bukti mungkin juga dijumpai di TKP, seperti bukti jejak jari tangan atau kaki.

Antropometri adalah teknik ilmiah yang digunakan untuk mengukur bagian tubuh manusia atau cetakannya dan untuk memahami variasi fisik manusia untuk identifikasi pribadi. Studi antropometri dilakukan untuk menyelidiki signifikansi evolusioner dari perbedaan proporsi tubuh antara populasi yang nenek moyangnya tinggal di lingkungan berbeda (Hemy et al. 2013).

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara tinggi badan saat hidup dan antropometri sidik jari pada populasi Tagalog di Filipina dan untuk mengembangkan rumus estimasi tinggi badan menggunakan sidik jari dari populasi penelitian untuk aplikasi forensik. Perlu dicatat bahwa penelitian ini merupakan studi antropologi pertama terhadap masyarakat Tagalog di Filipina mengenai pokok bahasan penelitian ini.

Rata-rata tinggi badan peserta laki-laki ditemukan 163,04 cm, dengan variasi tinggi badan berkisar antara 147 cm hingga 184 cm. Rata-rata tinggi badan peserta perempuan ditemukan 151,57 cm, dengan kisaran tinggi badan berkisar antara 135 cm hingga 163 cm.

Temuan penting dalam penyelidikan ini adalah bahwa penurunan urutan panjang sidik jari peserta laki-laki dan perempuan mencerminkan kesamaan pada sisi kanan dan kiri populasi penelitian. Lima rumus regresi dikembangkan untuk menentukan tinggi badan menggunakan lima panjang tinggi badan pria dan wanita.

Tabel 1. Rumus regresi untuk menentukan tinggi badan (cm) menggunakan pengukuran panjang sidik jari (cm) laki-laki Tagalog

  Rumus  Regresi                        R          R2      SEE
S=105.442+4.870HPT0.52 0.27 5.85
S=83.094+4.951HPI0.65 0.42 5.21
S=83.200+4.670HPM0.66 0.43 5.16
S=87.475+4.665HPR0.60 0.36 5.46
S=99.747+4.559HPL0.55 0.31 5.69

Catatan: S=tinggi badan. Panjang sidik jari adalah jarak antara lipatan tengah pergelangan tangan dengan ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, jari manis, dan jari kelingking. SD = Deviasi standar. SEE=Kesalahan estimasi standar, (p<0.001)

Tabel 2. Rumus regresi untuk menentukan tinggi badan (cm) menggunakan pengukuran panjang sidik jari (cm) perempuan Tagalog

             Rumus  Regresi            R          R2      SEE
S=101.008+4.785HPT0.59 0.35 4.16
S=89.625+4.199HPI0.70 0.48 3.72
S=87.523+4.114HPM0.69 0.48 3.75
S=94.035+3.901HPR0.66 0.44 3.87
S=111.654+3.188HPL0.51 0.26 4.46

Catatan: S=tinggi badan. Panjang sidik jari adalah jarak antara lipatan tengah pergelangan tangan dengan ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, jari manis, dan jari kelingking. SD = Deviasi standar. SEE=Kesalahan estimasi standar, (p<0.001).

Nilai koefisien korelasi (r) lebih tinggi pada sampel perempuan (0,51“0,70) jika dibandingkan dengan sampel laki-laki (0,52“0,66). Peserta perempuan menunjukkan koefisien determinasi (R²) yang lebih tinggi, yang menunjukkan akurasi prediksi yang lebih tinggi dibandingkan peserta laki-laki. Semua pengukuran positif dan signifikan secara statistik untuk estimasi tinggi badan. Nilai yang diamati dalam penelitian ini kecil, menunjukkan bahwa estimasi tinggi badan dicapai dengan akurasi yang ditingkatkan.

Dalam penelitian ini, pengembangan formula dicapai dengan menggunakan lima pengukuran panjang untuk setiap sidik jari pada subjek pria dan wanita. Dalam banyak kasus, hanya ditemukan sebagian sidik jari di TKP (Tempat Kejadian Perkara), yaitu hanya tersisa satu sidik jari, baik ibu jari, jari tengah, dan seterusnya. Rumus yang dikembangkan dari penelitian ini dapat digunakan untuk menentukan tinggi badan, bahkan ketika hanya sebagian sidik jari yang didapati di TKP.

Penulis: Prof. Myrtati Dyah Artaria, Dra., M.A., Ph.D.

Link artikel asli:

AKSES CEPAT