UNAIR NEWS SAGA EV-OS, motor listrik kebanggaan (FTMM) 51动漫 (UNAIR) itu kembali unjuk gigi. Kali ini, inovasi yang pernah memenangkan PLN ICE 2023 itu hadir dalam Festival HKI 2024 yang berlangsung pada Kamis (29/2/2024).
Bertempat di Airlangga Sharia & Entrepreneurship Education Center (ASEEC) Tower, SAGA EV-OS tampil gagah dan menjadi ikon yang menonjol dari stan FTMM. Berada di depan stan secara langsung, SAGA EV-OS tentunya banyak mengundang atensi peserta yang hadir dalam gelaran tersebut.
SAGA sendiri bernama demikian karena sesuai dengan konsep yang mereka usung untuk motornya, Sport Ability in Green Advantage. Sementara itu, nama EV-OS merupakan nama dari tim penggagas inovasi tersebut, yang merupakan singkatan dari Electric Vehicle in Study.
Perjalanan SAGA EV-OS
Mewakili tim, Staf Drafter Body and Frame Vicho Zahfal bercerita jika SAGA EV-OS telah terbangun selama tiga generasi, mereka merupakan generasi ketiga. Pendesain pertama dari SAGA EV-OS adalah tim generasi pertama dan dari situlah kemudian berlanjut hingga generasi ketiga.
淵ang desain itu dari generasi sebelum kita, kita generasi ketiga. Jadi lombanya diikuti generasi satu sama generasi dua, ujar Vicho dalam sesi wawancara pada hari yang sama, jelasnya.
Menambah jawaban Vicho, Staf Drafter Database Engineering Reza Arifin mengatakan jika ide pembuatan SAGA EV-OS itu murni dari mahasiswa-mahasiswa FTMM. Hanya saja, mereka tentu membutuhkan pembimbing seorang dosen untuk memudahkan mereka menjalankan prosesnya.
淪ecara tim itu full hanya mahasiswa FTMM. Akan tetapi, di tim EV-OS itu ada namanya dosen pembina atau advisor untuk memberikan hal-hal atau guide, itu kita nanyanya ke advisor itu, jelasnya.
Setelah usaha dan kerja kerasnya, tim EV-OS kini patut untuk merasakan kebanggaan atas hasil dedikasi mereka. Hal tersebut terbukti bukan hanya terlihat dari prestasi yang mereka raih, tetapi juga bukti performa baik melalui berbagai pengukuran.
淪pesifikasi baterainya itu 11 Kw dan memiliki jarak tempuh 118 Km. Jadi dari baterai 100 sampai 0 itu jarak tempuhnya segitu, top speed-nya 170 Km per jam, terus dyno torsinya ketemu sekitar 40 Nm. Kemarin waktu di test drive dapetnya segitu, tambah Vicho.
Saat ini, tim EV-OS tengah berusaha untuk mengajukan kepemilikan atas kekayaan intelektual yang mereka ciptakan. Informasi terakhir yang Vicho peroleh menyebutkan jika usaha itu masih dalam proses dan belum selesai karena pengurusannya yang memang tidak bisa instan.
淚nformasi terakhir yang saya peroleh sudah pengajuan dari segi desain, model, sama nama tapi suratnya belum turun. Masih proses, pungkas Vicho. (*)
Penulis: Muhammad Badrul Anwar
Editor: Nuri Hermawan





