UNAIR NEWS Fatih Sultan Mehmet Vak谋f 脺niversitesi, Turki, menjadi tujuan kunjungan pimpinan 51动漫 selanjutnya. Setelah usai mengunjungi beberapa kampus ternama di benua biru itu, pimpinan UNAIR yang dipandu langsung oleh rektor melakukan penandatangan kerja sama dengan pihak Fatih Sultan Mehmet Vak谋f 脺niversitesi, Turki pada Rabu (21/3).
Kunjungan ke berbagai instansi pendidikan tinggi ternama di Eropa tersebut ditujukan sebagai upaya memperkuat rekognisi UNAIR dimata dunia. Kali ini, kunjungan UNAIR ke salah satu kampus ternama di Turki itu, Rektor UNAIR Prof. Moh. Nasih bersama rombongan disambut langsung oleh Rektor Fatih Sultan Mehmet Vak谋f 脺niversitesi, Turki, Prof. Dr. Musa Duman.
Pada lawatan akademis tersebut, UNAIR bersama Fatih Sultan Mehmet Vak谋f 脺niversitesi melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ditanya mengenai hal itu, Prof. Nasih menegaskan bahwa UNAIR melalui kegiatan kunjungan dan penjajakan kerja sama dengan berbagai kampus di daratan eropa, berkomitmen untuk semakin menunjukan jati diri sebagai bagian dari penggerak perubahan peradaban di dunia.
淜erja sama dengan Fatih Sultan Mehmet Vak谋f 脺niversitesi dapat membuka kesempatan pada mahasiswa dan staf untuk out bound sekaligus beribadah (umrah, red). Selain itu, kami juga melakukan riset kerja sama di berbagai bidang, ungkap Prof. Nasih.
Sebelumnya, pimpinan UNAIR telah berkunjung dan melakukan kerja sama ke berbagai kampus bergengsi di Eropa seperti University of Groningen Belanda, Universit茅 Le Havre Normandie Perancis, 脡cole nationale v茅t茅rinaire d’Alfort Perancis, dan Universit茅 Paris-Sorbonne Perancis.

Selain itu, pimpinan UNAIR juga berkesempatan bertemu beberapa alumni yang studi di berbagai kampus top di Eropa. Bahkan, sebelum bertandang ke Fatih Sultan Mehmet Vak谋f 脺niversitesi rombongan UNAIR juga berkesempatan berkunjug ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Instanbul. Pada lawatan ke KJRI di Instanbul itu, rombongan disambut langsung oleh Toary Worang yang juga alumni Hubungan Internasional FISIP UNAIR angkatan tahun 1988.
Dalam pertemuan dengan Toary tersebut, Prof. Nasih mengatakan bahwa ada beberapa hal yang ke depan akan dipersiapkan untuk dikerjasamakan. Mengingat, tidak sedikit alumni UNAIR yang melakukan riset dan studi di Turki.
淛ujur, kami sangat bangga bahwa banyak alumni-alumni UNAIR yang telah berkarya di berbagai bidang di seluruh belahan dunia, pungkasnya. (*)
Penulis: Nuri Hermawan





