Nutrisi yang optimal merupakan komponen yang esensial pada olahraga. Olahraga jenis intensitas tinggi banyak menggunakan energi dari cadangan glukosa yang ada di dalam tubuh, baik dari otot, hati, maupun yang tersedia dalam darah untuk memenuhi kebutuhan energi secara cepat dalam jumlah besar (dalam bentuk Adenosine Trifosfat “ ATP). Hal ini menyebabkan kelelahan lebih cepat terjadi pada olahraga jenis ini dibandingkan dengan olahraga pada intensitas dibawahnya (ringan-moderat) yang mengakibatkan penurunan performa pada atlet. Oleh karena itu, diperlukan strategi tertentu untuk memberikan nutrisi yang tepat pada olahraga jenis ini, sehingga dapat memenuhi kebutuhan energi pada atlet, terutama pada olahraga kompetisi.
Ergogenik merupakan suatu istilah yang banyak digunakan dalam bidang olahraga berupa teknik atau bahan tertentu untuk meningkatkan performa saat berolahraga. Terdapat berbagai jenis teknik dan bahan ergogenic yang diklasifikan sebagai ergogenic nutrisi, farmakologis, fisiologis maupun psikologis. Dalam hal nutrisi, zat ergogenic ditujukan untuk meningkatkan penggunaan, efisiensi dan regulasi energi dalam tubuh. Sebagai contoh, glukosa, mineral esensial seperti kalium, natrium, calcium, dan chromium, dapat digunakan sebagai bahan ergogenik. Suplementasi karbohidrat dalam bentuk glukosa telah banyak digunakan untuk meningkatkan performa dan menunda kelelahan, terutama pada olahraga dengan intensitas ringan sampai dengan moderat yang dilakukan dalam jangka waktu yang lama. Mekanisme peningkatan performa diduga terjadi karena: 1) peningkatan ketersedian sumber energi dari luar yang dapat mensuplai sel, dalam hal ini adalah sel otot; 2) stimulasi sel saraf penerima ransang (baca: reseptor) di mulut dan lidah sehingga menstimulasi bagian otak yang berperan pada rasa senang dan penghargaan sehingga mengaktivasi sistem saraf pusat untuk meningkatkan performa; 3) penekanan pada aksis hormon hipotalamus-pituitari-adrenal yang menhambat hormon katabolik dan hormon stress seperti kortisol. Namun penggunaanya dalam jenis olahraga dengan intensitas tinggi atau olahraga intermittent belum jelas.
Buah kurma, merupakan buah yang banyak tersedia dan disukai oleh orang Indonesia. Buah ini memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi dalam bentuk glukosa. Selain itu, buah ini juga mengandung komponen bioaktif lainnya sehingga buah ini merupakan salah satu kandidat yang baik digunakan sebagai nutritional bars pada olahraga. Namun demikian, buah kurma memiliki kandungan glukosa yang bervariasi antara 72 sampai dengan 88%, tergantung dari jenis dan lingkungan tempat pohon kurma tersebut tumbuh. Oleh karena itu, diperlukan standardisasi dalam memberikan glukosa pada atlet, maka sari kurma menjadi pilihan pada penelitian ini.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian sari kurma dalam meningkatkan performa dan mencegah kelelahan pada atlet saat melakukan olahraga dengan intensitas tinggi. Terdapat 8 orang atlet sepatu roda yang berpartisipasi pada penelitian ini dengan desain penelitian cross-over secara acak. Masing-masing atlet akan diberikan 2 perlakuan, yang pertama adalah diberikan sari kurma dengan dosis 7mg/kgBB yang dilarutkan dalam 200 ml air mineral, sedangkan perlakuan lainnya adalah sebagai kelompok kontrol dengan memberikan plasebo berupa pemanis buatan tidak berkalori dengan dilarutkan dalam air mineral 200 ml. Masing-masing perlakuan akan diberikan 15 menit sebelum melakukan olahraga dengan intensitas tinggi hingga kelelahan. Terdapat beberapa parameter yang diukur dalam penelitian ini, yaitu kadar glukosa, asam laktat, tingkat kelelahan dan performa.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian sari kurma dapat meningkatkan kadar glukosa darah 15 menit setelah pemberian serta dapat meningkatkan performa atlet pada saat bersepeda dan menunda kelelahan, yaitu dengan meningkatnya jarak dan waktu tempuh saat bersepeda. Namun, tidak terdapat perbedaan antara kadar asam laktat di awal dan akhir olahraga antara kedua kelompok. Hal ini dapat disebabkan oleh karena waktu bersepeda pada atlet lebih panjang, sehingga baik pada kelompok perlakuan maupun pada kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan yang bermakna. Adanya peningkatan performa atlet dapat disebabkan karena sari kurma meningkatkan ketersediaan substrat glukosa dalam darah sehingga menunda terjadinya defisit energi akibat kerja otot yang berat. Selain itu, sari kurma juga menimbulkan rasa manis dan enak yang dapat menstimulasi bagian otak yang berperan pada rasa senang dan penghargaan. Selanjutnya stimulasi tersebut dapat mengaktivasi sistem saraf pusat untuk meningkatkan performa. Penelitian ini adalah penelitian pertama yang menggunakan sari kurma sebagai sumber energi pada olahraga intensitas tinggi pada manusia. Penelitian selanjutnya diperlukan untuk olahraga jenis intermitten yang banyak digunakan pada olahraga permainan seperti sepakbola, basket, hoki, dan lain lain.
#olahraga #glukosa #sari_kurma #ergogenic_aid #performa #sepeda #highperformance #S2IKESOR
Penulis: dr. Raden Argarini, MKes.,PhD; Nandya Rizky Nur Febriana (Dosen dan mahasiswa di Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Olahraga Fakultas Kedokteran 51¶¯Âþ)
Informasi lebih detail mengenai penelitian kami dapat dilihat pada tautan berikut: https://www.efsupit.ro/images/stories/december2024/Art%20314.pdf
Febriana, N.R.N., Argarini, R., Subagio, I., Purwanto, B. and Mazalan, N.S., 2024. Effects of date extract ingestion on high-intensity cycling performance. Journal of Physical Education and Sport, 24(12), pp.2154-2160.





