n

51动漫

51动漫 Official Website

Satu Dekade Kiprah Forum Mahasiswa Madura di UNAIR

Formara
1 Dekade: Sebagian anggota Formara usai memperingati 1 dekade Formara di UNAIR. (Foto: Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS Merantau, berada jauh dari keluarga, untuk menuntut ilmu di kota merupakan salah satu fase terberat yang mesti dihadapi mahasiswa daerah. Lingkungan akademis dan sosial budaya baru di kota menuntut mereka mampu adaptif sekaligus aktif. Terutama dalam merealisasikan tujuan para mahasiswa daerah dalam berkuliah.

Kiprah forum mahasiswa daerah turut menjadi salah satu kuncinya. Seperti halnya yang dilakukan Forum Mahasiswa Madura (Formara) di 51动漫.

Didirikan pada 2006, Formara lahir dari keinginan untuk berkumpul sesama mahasiswa Madura di UNAIR. Bukan hanya itu, melainkan juga menggalang semangat dan solidaritas dalam menyelesaikan pendidikan tinggi di UNAIR.

滼uga, dulu (alasan didirikan, Red) sesama perantau dari Pulau Garam ingin bersatu dalam satu payung organisasi, ujar salah seorang anggota Formara. 滵an, tepat pada Kamis (25/1), Formara telah genap berusia 1 dekade (sepuluh tahun, red), imbuhnya.

Saling Mendukung

Kala itu mengetahui isu keinginan serta tujuan tersebut, Moh. Qudsi Fauzy, salah seorang dosen di UNAIR, yang juga berasal dari Madura memberikan dukungan penuh. Hingga akhirnya, Formara UNAIR secara resmi dibentuk dan didirikan oleh segenap mahasiswa daerah asal Madura.

Sebagai penandanya, pada 25 Januari, rapat besar pertama Formara UNAIR digelar. Berbagai pencanangan program pengembangan mahasiswa sekaligus peresmian organisasi digelar saat itu. Mulai sekadar obrolan di lorong-lorong fakultas hingga perbincangan serius terkait dengan pendidikan. Termasuk program kerekatan antar mahasiswa.

淔ormara menjadi wujud keinginan berkumpul mahasiswa Madura bersama tretan (saudaranya, Red) untuk saling berbagi cerita, baik suka maupun duka. Juga, saling menyediakan pundak serta segunung semangat dalam mengiring perjuangan di UNAIR, ungkapnya.

Menandai kiprah Formara UNAIR, dies natalis organisasi kembali diadakan tahun ini. Ketua Dies Natalis Formara 2018 Hanif mengungkapkan bahwa kehadiran Formara sangat penting bagi segenap mahasiswa asal Madura.

Selain ajang mengembangkan kemampuan di luar pendidikan, forum tersebut dapat menjadi obat rindu dengan kampung halaman. Juga, menjadi penawar keresahan mahasiswa dalam berjuang di kampus.

淲aktu yang paling menyenangkan adalah saat kita bercengkrama, menjaga hangatnya kebersamaan, dan menggulirkan banyak detik dalam keceriaan, ungkap Hanif seperti dikutip dari laman Instragram-nya.

Semangat Kedaerahan

Isu kedaerahan yang melekat dalam forum semacam itu bukan merupakan bentuk peruncingan isu SARA. Namun, dalam forum tersebut, terselip semangat kedaerahan dalam arti keinginan membangun tanah air, daerah asal, secara bersama-sama.

Latar belakang kebudayaan yang serupa bisa mengiring perjuangan para putra-putra daerah agar mampu survive dalam menuntut ilmu di kota. Salah satu wujudnya adalah dengan semangat gotong royong serta keakraban dalam menghadapi problem di tanah perantauan.

淜ita selalu bersama dalam setiap suka dan duka. Mengukir cerita dalam riang gembira. Walau penuh lara, kita tak lupa untuk selalu bahagia. Ini tentang cerita kita. Tentang keluarga kita yang kedua. Tentang dinamika dalam sebuah bahtera. Bahkan, ini tentang kita semua. Semua mengerti apa itu bersama-sama. Menjelajahi samudera dalam satu bahtera, ungkap Ketua Formara Periode 20172018 Azam. (*)

Penulis: Feri Fenoria

Editor: Nuri Hermawan

AKSES CEPAT