n

51动漫

51动漫 Official Website

Satu Lagi Jurnal UNAIR Terakreditasi Nasional

unair
Jurnal "Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease" versi cetak edisi tahun 2014. (Foto: Binti Q. Masruroh)

UNAIR NEWS Jurnal Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease (IJTID) yang dikelola oleh Lembaga Penyakit Tropis (LPT)51动漫 terakreditasi nasional pada 30 Mei lalu. Jumlah ini menambah daftar jumlah jurnal di UNAIR yang terakreditasi nasional. Dengan demikian, jumlah jurnal di UNAIR yang terakreditasi nasional adalah sejumlah sembilan buah jurnal.

Ditemui UNAIR NEWS Selasa (6/6), Ketua Pusat Pengembangan Jurnal dan Publikasi Ilmiah (PPJPI) UNAIR Dr. Prihartini Widiyanti, drg., M.Kes mengatakan, jurnal IJTID telah melalui review dewan juri dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI sejak 31 Maret. Komponen penilaian itu meliputi format penulisan, kualitas substansi artikel, keajekan terbit, tata bahasa, dan masih banyak poin penilaian lain.

Pada mulanya, sejak didirikan tahun 2010, IJTID bertujuan mewadahi hasil riset peneliti-peneliti di ITD agar memiliki wadah untuk melakukan publikasi. Yanti menuturkan, sejak awal terbit IJTID telah menggunakan Open JournalSystem (OJS). Padahal, lembaga jurnal nasional baru 榟ijrah menuju OJS pada 1 April 2016 lalu.

Dengan terakreditasi jurnal ini, Yanti berharap IJTID bisa menjadi alternatif pilihan bagi sivitas akademika UNAIR maupun universitas lain di Indonesia sebagai untuk mendiseminasi karya-karya mereka. Sesuai dengan komitmen awal, menurut Yanti yang juga selaku chief editor IJTID, jurnal ini terus berproses menuju jurnal terindeks internasional, seperti Scopus maupun Thomson.

Setelah terakreditasi nasional, bukan berarti beban tanggungjawab telah selesai. Konsistensi harus bisa ditunjukkan dengan mempertahankan akreditasi setiap lima tahun sekali. Sebab, kata Yanti, beberapa jurnal mengalami penurunan akreditasi karena beberapa sebab. Seperti sebaran penulis yang kurang meluas, kebaruan topik artikel, maupun keajekan untuk terbit tepat waktu.

Yanti menuturkan, IJTID disupport oleh ahli penyakit infeksi di seluruh dunia, baik peneliti maupun pengajar internasional. Artinya, dukungan jejaring IJTID terbilang banyak.

Dengan diakuinya jurnal IJTID, Yanti berharap agar para pengelola jurnal di lingkungan UNAIR turut serta mendorong jurnal-jurnal di UNAIR menuju akreditasi nasional dan internasional. Sebab, PPJPI adalah unit kerja yang membantu memberi akses, informasi, maupun fasilitas kepada unit terkait yang menjadi pengelola jurnal.

淜ami ini supporting unit, karena otoritas tetap berada pada masing-masing pengelola jurnal yang ada di fakultas, dengan memberi pelatihan, pendampingan, sosialisasi pengembangan jurnal, info terkait review, dan lain sebagainya. Sehingga harus ada komitmen dari pengelola jurnal, imbuh Yanti. (*)

Penulis : Binti Q. Masruroh

Editor : Defrina Sukma S.

AKSES CEPAT