51动漫

51动漫 Official Website

SDGs Center UNAIR Kunjungi UGM Diskusikan Pelaksanaan TPB

UNAIR NEWS – Indonesia berkomitmen melaksanakan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Hal ini ditunjukkan dengan diterbitkannya peraturan untuk mendukung pelaksanaan TPB di Indonesia. Salah satunya adalah Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Perpres tersebut menjadi landasan hukum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk pelaksanaan TPB di Indonesia. Guna mendukung implementasi dari Perpres Nomor 59 Tahun 2017 yang menekankan pentingnya peran dan kemitraan multipihak dalam pelaksanaan TPB, Sustainable Development Goals (SDGs) Center  (UNAIR) mengadakan diskusi dengan SDGs Center Universitas Gadjah Mada di Ruang Sidang 2, Lantai 2, Sayap Selatan, Gedung Pusat UGM, Yogyakarta, pada Rabu (7/9/2022).

Delegasi SDGs Center UGM dihadiri oleh Prof. Ir. Irfan Dwidya Prijambada, M.Eng., Ph.D (Direktur Pengabdian Kepada Masyarakat), Dr. Puji Astuti, S.Si., M.Sc., Apt. (Direktur Kemitraan Alumni dan Urusan Internasional), Ir. Sentagi Sesotya Utami, ST, M.Sc., Ph.D. (Tim UI GreenMetric UGM), Rhamadinna Fatimah, S.Sos., MPA (Tim WCU UGM), Rizkia Anggita Sari, S.E., M.Acc. (Tim WCU UGM), dan Fiki Rahmatika Salis, S.T. (Tim THE University Impact Rankings dan Tim UI GreenMetric UGM).

Sementara delegasi SDGs Center UNAIR dihadiri oleh Bayu Arie Fianto SE MBA PhD, Hakim Zulkarnain SKep Ns MSN, Savira Rizma Yunita SM, Moh. Agung Santoso Shum MM, Bakti Hasanudin SE, Nungky Mufarocha SPi, dan Mahmudy SPd.

Bayu selaku ketua SDGs Center UNAIR mengungkapkan pentingnya membangun kemitraan berfokus pada isu-isu yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. Serta, menggunakan pendekatan integratif, holistik, dan berorientasi hasil untuk menyelesaikan masalah.

淯ntuk mendukung partisipasi aktif dari para pemangku kepentingan dalam pelaksanaan TPB/SDGs secara bersama-sama maka perlu menekankan pada prinsip kemitraan yang inovatif, berkelanjutan, responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan menjawab tantangan pelaksanaan TPB. Kemitraan juga harus berorientasi pada transformasi sistemik untuk mengatasi masalah publik yang kompleks, multidimensional, sistemik, dan/atau antar sector,” terang Bayu.

Prof Ir Irfan Dwidya menjelaskan, dalam sasaran pembangunan berkelanjutan, pembangunan dan pertumbuhan harus sejalan dengan ketersediaan sumber daya alam dan sumber daya manusia Indonesia sendiri. Hal itu merupakan istilah yang pernah diajarkan oleh Bung Karno yaitu membangun bangsa dengan memikul natuur dan terpikul natuur.

淪DGs bisa disisipkan di setiap mata kuliah dengan menekankan pada pengalaman praktis dalam mencari pemecahan masalah nyata. Sehingga menumbuhkan kesadaran, sikap, dan sistem nilai yang membawa kepada berkelanjutan, terang Irfan.

淣ilai dasar pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan perlu menerapkan rasa hormat, menghormati pihak lain, menghormati generasi saat ini dan masa depan, serta menghormati planet ini dan yang telah diberikannya kepada kita, seperti sumberdaya air, udara, juga flora dan fauna, tambahnya.

Irfan juga menjelaskan, kuliah kerja nyata mahasiswa yang mengusung tema SDGs dapat mendidik mahasiswa agar memahami masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Selain itu, dapat pula mengembangkan rasa empati dan melatih mahasiswa agar bisa bekerja sama dengan sesama mahasiswa maupun pihak lain.

Diskusi ditutup oleh Dr. Puji Astuti, S.Si., M.Sc., Apt. selaku Direktur Kemitraan Alumni dan Urusan Internasional. Ia mengucapkan terima kasih kepada SDGs Center UNAIR telah melakukan kunjugan ke UGM. 淪emoga apa yang telah didiskusikan ini dapat bermanfaat dan menginspirasi bagi semua pihak dalam pelaksanaan TPB, terang Puji. (*)

Penulis: Bakti Hasanudin

AKSES CEPAT