Padel adalah olahraga berbasis raket yang melibatkan aktivitas intensitas tinggi yang sering, sehingga memberikan beban substansial pada jantung, pembuluh darah dan otot pemainnya. Pelacakan indikator fungsi tubuh seperti detak jantung dan variabilitas denyut jantung telah muncul sebagai metode penting untuk mengevaluasi beban latihan, tingkat kelelahan, dan strategi untuk mencegah cedera. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan denyut jantung dan variabilitas denyut jantung dalam mendeteksi indikator awal kelelahan dan potensi risiko cedera di antara pemain padel.
Berdasarkan penyebabnya, cedera otot diklasifikasikan menjadi cedera tidak langsung dan langsung (Valle et. al., 2017). Cedera tidak langsung terjadi tanpa kontak fisik dan karenanya dapat disebabkan oleh kerusakan struktural (misalnya, robekan otot sebagian atau lengkap), beban mekanis berlebih, atau gangguan saraf. Cedera langsung timbul akibat benturan, yang mengakibatkan memar atau luka terbuka yang lebih jarang (Maffulli et. al., 2017). Biasanya disebut sebagai “robekan otot”, cedera otot tidak langsung lebih sering diidentifikasi dalam praktik klinis sehari-hari dan sekaligus menjadi tantangan besar dalam rehabilitasi, karena cedera ini tidak memiliki strategi terapi yang tepat (Maffulli et. al., 2017).
Meskipun cedera dapat terjadi di berbagai area tubuh, siku merupakan area yang paling sering terkena cedera pada pemain padel, dengan sebagian besar cedera melibatkan struktur otot atau tendon. Secara spesifik, sebagian besar temuan penyakit yang dilaporkan adalah epikondilitis lateral (peradangan bagian tulang), yang lebih dikenal sebagai tendinopati siku lateral atau siku tenis, karena olahraga ini membutuhkan gerakan berulang seperti tangkisan overhead (di atas kepala), kontraksi otot eksentrik, dan desain raket itu sendiri yang meningkatkan tekanan mekanis pada siku (Dahmen et. al., 2023). Dibandingkan dengan tenis, raket padel tidak memiliki senar, sehingga menyebabkan regulasi tegangan yang lebih buruk selama pukulan dan meningkatkan tekanan pada siku (Garcia et. al., 2019). Perbedaan yang mencolok juga terlihat antara pemain ahli dan pemula. Pemain pemula lebih rentan terhadap epikondilitis lateral karena mereka memukul bola dengan pergelangan tangan tertekuk, menyebabkan tekanan eksentrik progresif dan robekan mikro pada tendon ekstensor komunis siku, dibandingkan dengan pemain ahli yang mempertahankan pergelangan tangan hiperekstensi selama pukulan backhand (pukulan punggung) (SantAnna et. al., 2022; Ricci et. al., 2023). Ketika otot rangka cedera, terjadi tiga fase penyembuhan yang saling tumpang tindih: penghancuran, perbaikan, dan remodeling (SantAnna et. al., 2022).
Dari 25 penelitian primer yang ditinjau, lima di antaranya yang secara khusus berkaitan dengan padel dipilih untuk diikutsertakan. Bukti menunjukkan bahwa atlet umumnya mempertahankan denyut jantung pada 70-85% dari denyut jantung maksimum mereka selama pertandingan, yang menandakan aktivitas intermiten yang intens. Selain itu, penurunan variabilitas denyut jantung yang signifikan pasca-pertandingan diamati, yang menunjukkan disfungsi otonom dan kelelahan yang terakumulasi. Hasil ini menyiratkan bahwa pemantauan denyut jantung dan variabilitas denyut jantung yang berkelanjutan, terutama melalui perangkat yang dapat dikenakan, menawarkan cara yang non-invasif dan efektif untuk mengukur beban internal, mengidentifikasi dengan awal terkait ketegangan fungsi tubuh, dan memperkuat upaya pencegahan cedera. Penilaian berbasis denyut jantung terhadap program latihan memungkinkan pelatih dan pakar olahraga untuk menyempurnakan beban kerja, mengawasi proses pemulihan, dan mengurangi insiden cedera akibat penggunaan berlebihan, sehingga meningkatkan kinerja dan memperpanjang karier atlet di padel.
Penulis: Firyal Aisyah, Maritza Fiorenza Vala Shafira, Nabilah Maheswari, Zunita Amilia Karima, Zaskia Nafisa Salma, Bambang Purwanto, Misbakhul Munir, Eka Arum Cahyaning Putri*
Informasi detail dari review artikel ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Aisyah, F., Shafiira, M. F. V., Maheswari, N. M., Karima, Z. A., Salma, Z. N., Purwanto, B., Munir, M., Putri, E. A. C. (2025). Heart Rate Monitoring for Musculoskeletal Injury Risk Detection in Padel Sport: A Literature Review. International Journal of Scientific Advances (IJSCIA), Volume 6| Issue 6: Nov “ Dec 2025, Pages 1079-1085 URL:





