n

51动漫

51动漫 Official Website

Sekjen IDI Pusat Ukir Namanya di Prasasti Alumni FK UNAIR

REKTOR UNAIR Prof. M Nasih, Dekan FK Prof. Soetojo, Sekjen IDI Pusat M Adib Kumaidi, dan alumni FK angkatan 1992-1993 yang lain, di Aula FK UNAIR. (Foto: Humas FK)

UNAIR NEWS Sekretaris Jendral (Sekjen) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pusat, dr. M. Adib Kumaidi, Sp.OT., hadir di Fakultas Kedokteran (FK) 51动漫, dan turut mencatatkan namanya dalam dinding 淧rasasti Alumni FK UNAIR. M Adib Kumaidi merupakan satu diantara 150 alumni FK UNAIR angkatan 1992-1993, yang Sabtu (2/4) kemarin berdatangan dari berbagai pelosok tanah air dan memenuhi halaman kampus almamaternya.

Meskipun domisili dan aktivitasnya banyak dilakukan di Jakarta, namun alumnus FK UNAIR angkatan 1992 ini bersemangat hadir dan bernostalgia bersama teman satu almamaternya. Tentu saja, kehadirannya pun dimanfaatkan rekan-rekan sejawatnya untuk berdiskusi seputar masalah kedokteran yang sedang hangat, misalnya tentang wajib kerja dokter spesialis, dokter layanan primer (DLP) yang masih menjadi pro-kontra.

Peresmian prasasti ini dilakukan oleh Dekan FK UNAIR Prof. Dr. Soetojo, dr., Sp.U(K), dan dihadiri Rektor UNAIR Prof. Dr. H. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak., CMA., Ketua IKA FK Dr. Pudjo Hartono, dr., Sp.OG(K), Wakil Rektor II Dr. Mohammad Madyan, dan undangan lainnya.

Dengan diresmikannya Prasastri Alumni dari tiga angkatan kelulusan ini maka menambah kelengkapan Prasasti Alumni FK UNAIR yang sudah terpahat kokoh di dinding kampus sejak alumni pertama era NIAS (Netherlands Indische Artsen School cikal bakal FK UNAIR) tahun 1923. NIAS sendiri didirikan tahun 1913.

Prasasti Alumni FK ini dibuat untuk mereka yang telah menyelesaikan pendidikan dokter di kampus Karangmenjangan Surabaya ini. Otomatis dalam prasasti ini juga memuat lulusan NIAS (meluluskan sejak tahun 1923), lulusan Djakarta Ika Dai Gaku (di era jaman Jepang), hingga lulusan FK UNAIR.

Rektor UNAIR Prof. Moh Nasih dalam sambutannya juga mengapresiasi positif adanya tradisi mencatatkan nama alumni pada prasasti di dinding kampus almamaternya. Pencantuman nama pada prasasti seperti ini, menurut Rektor, setidaknya ada dua makna.

Pertama, secara historis akan selalu mengingatkan para alumni, dimana pun mereka bertugas, untuk selalu ingat kepada almamater. Kedua, sebagai alumni yang namanya tercatat pada prasasti, maka secara otomatis akan turut bertanggungjawab menjaga dan menjunjung nama baik almamater. Apalagi keberadaan alumni juga penting dalam perankingan universitas, yaitu sebagai employer reputation.

DUA alumni FK angkatan 1992-1993 secara simbolis mencatatkan namanya di papan prasasti alumni FK UNAIR. (Foto: Humas FK)

滽arena itu, kami juga titip pesan kepada almamater FK untuk ikut bersama-sama membesarkan almamater UNAIR ini, sehingga baik-buruk dan maju-mundurnya universitas juga bisa dilihat dari para alumninya dan professinya, kata Pak Rektor.

Sedangkan Ketua IKA FK UNAIR Dr. Pudjo Hartono, dr., Sp.OG(K) mengajak semua alumni untuk mensyukuri bahwa namanya terpampang pada dinding almamater kampus kharismatik ini. Karena itu, ia mengajak rekan sejawatnya untuk selalu ingat terus pada almamater, kemudian menjaga namanya dengan tetap menjaga professi ini sebagai professi mulia, serta mendorong semua alumni menjaga baik nama almamater.

Dekan FK UNAIR Prof. Soetojo juga berharap para alumni FK UNAIR turut berkontribusi mendukung almamater sebagai upaya FK menunjang UNAIR untuk menuju sasaran yang dibebankan pemerintah yaitu menjadi 500 perguruan tinggi terbaik dunia. 滽arena itu, FK menyatakan siap menjadi salah satu motor penggerak UNAIR untuk menggapai sasaran tersebut, tandas Guru Besar Urologi FK UNAIR itu. (*)

Penulis: Eighty Mardyan, dr., Sp.OG(K), Humas FK.
Editor: Bambang Bes

AKSES CEPAT