51动漫

51动漫 Official Website

Sekolah Pascasarjana Ulas Pemberdayaan SDM untuk Indonesia Maju

Ir Prasetyadi DESS MM dalam Talkshow Sekolah Pascasarjana pada Sabtu (21/10/2023) (Foto: Istimewa).

UNAIR NEWS , 51动漫 menggelar talkshow terkait pemberdayaan sumber daya manusia pada Sabtu (21/10/2023). Acara tersebut berlangsung di Ruang Majapahit, Gedung ASEEC Tower, 51动漫.

Kegiatan itu mengusung tema 淎ct Nationally, Think Globally: The Role of Human Resources Empowerment for Advanced Indonesia. Acara tersebut, sekaligus menjadi edisi spesial dalam rangka menyambut Dies Natalis Pascasarjana yang ke-39. 

Pada kesempatan itu, Ir Prasetyadi DESS MM selaku CEO PT Pelindo Jaya Maritim hadir sebagai pembicara. Ia menegaskan bahwa sumber daya manusia di Indonesia perlu bertindak secara nasional dan berpikir secara global.

淚ndonesia butuh sumber daya manusia yang berkualitas guna menyongsong Indonesia maju di tahun 2045. Untuk mencapai itu, perlu adanya pengembangan SDM dengan cara menentukan pemimpin yang memiliki kecerdasan dan manajemen waktu yang baik, jelasnya.

Talent Mapping Pelindo

Prasetyadi menjelaskan bahwa dalam melakukan pengembangan sumber daya manusia untuk globalisasi, Pelindo membuat talent mapping. Mapping ini, sambungnya, bertujuan untuk meninjau kinerja dari seluruh pegawai.

淒engan 7000 orang pegawai, kita mempunyai talent mapping SDM yang terkelompokkan berdasarkan kapasitas dan kinerja pegawai dalam 9 kuadran dan terbagi menjadi 5 kualifikasi, ungkapnya.

淜inerja yang terklasifikasi ini hasil penilaian selama 1-3 tahun terakhir. Kemudian, kapasitas yang menjadi poin penilaian itu berdasarkan kompetensi, kemauan, dan kecepatan dalam belajar, jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa dalam mapping tersebut, terdiri dari talenta belum optimal, talenta berbakat, talenta berpotensi tinggi, talenta tidak sesuai, talenta penyokong. Klasifikasi ini dapat menyeleksi pegawai yang sesuai dengan sistem kerja PT Pelindo.

Menurutnya, di era globalisasi ini, manusia membutuhkan beberapa kemampuan penting. Contohnya adalah berpikir analisis dan inovatif, kreatif, adaptif, kecerdasan emosional, literasi teknis, serta data analisis yang baik.

Manajemen Waktu

Selanjutnya, ia memaparkan bahwa pola pikir global dan bertindak nasional ini perlu tertanam dalam benak generasi muda Indonesia. Pasalnya, generasi muda saat ini masih keliru memaknai pola pikir global.

淜onsep berpikir global dan bertindak nasional ini sangat cemerlang, Banyak anggapan bahwa untuk berpikir global kita harus mencontoh budaya luar. Pemikiran itu yang keliru, justru berpikir global pada hal ini berhubungan dengan manajemen waktu, komitmen, dan konsistensi, ujarnya.

Manajemen waktu yang baik, sambungnya, perlu ada role model dalam setiap perusahaan atau bisnis apapun. Hal itu mengacu pada pemimpin atau petinggi yang mempunyai sikap dan kemampuan mengelola waktu yang baik.

Penulis: Christopher Hendrawan

Editor: Nuri Hermawan

AKSES CEPAT