n

51动漫

51动漫 Official Website

Semarak Dies Natalis Sastra Indonesia dengan Pekan Bahasa dan Sastra

Pemateri dan Panitia usai acara. (Foto: Istimewa)
Pemateri dan Panitia usai acara. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS 淧isang emas di dalam peti, dikemas rapi dikirim ke kota batu. Teman teman mahasiswa, ibu bapak dosen yang saya hormati, Assalamualaikum wr wb. Pantun terlintas seketika sebagai pembuka dari Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd., pada Seminar Nasional Bahasa dan Sastra 51动漫 di Ruang Siti Parwati Fakultas Ilmu Budaya, pada Jumat (09/11).

Kegiatan itu dilaksanakan untuk memperingati Dies Natalis Sastra Indonesia dalam acara PESTRA (Pekan Bahasa dan Sastra). Mengangkat tema 淜aidah Bahasa dan Katarsis dalam Karya Sastra dengan pembicara Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd, guru besar Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Selanjutnya, Faisal Oddang ialah Sastrawan dan Indra Jayadi sebagai Pemantik. Acara dipandu langsung oleh Moderator dari tanah Jawa ialah Rekno Wulandari Pemundi.

淪eminar ini bertujuan untuk bertukar edukasi dengan berbagai mahasiswa, khususnya mahasiwa Bahasa dan Sastra Indonesia 51动漫 dalam memahami kaidah bahasa maupun Katarsis, tandas Fahmi Arizki Imelda, selaku Ketua Pelaksana

Anang sapaan akrabnya menjelaskan, bahwa terdapat tiga roda dalam pembahasan kali ini yaitu, kaidah bahasa, baca satra, dan kartasis. Dan dalam kesejahteraan kajian bahasa dan satra terbagi atas, Zaman Klasik (Yunani Kuno), Abad Pertengahan (Renaissance), Periode Remantik, The Linguistic Turn.

淭erdapat penyimpangan puisi dalam bahasa sehari hari, puisi Taufiq Ismail yaitu, dua tambah dua semoga empat. Sedangkan, dalam bahasa sehari hari dua tambah dua sama dengan empat, tegasnya.

Ia menuturkan, ketika dalam pembuatan puisi alangkah baiknya menghilangkan kata utama dengan keadaan sekitar yang layak untuk menggantikan maksud puisi tersebut agar tersimpan kata tersirat untuk diterapkan.

淜artasis (pembersihan, red) sudah tidak asing lagi dan menjadi kunci bagi mahasiswa Sastra Indonesia, tegas Indra Jayadi, dosen Fakultas Ilmu Budaya UNAIR.

Dalam sesi tanya jawab, peserta yang mendapatkan kesempatan untuk bertanya mendapatkan buku 淧ayu ke Payu dari sastrawan Faisal Oddang beserta tanda tangan dan foto bersama. Acara berakhir berpantun sejenak, kota krian gadisnya ayu ayu, cukup sekian dan thank you.

Penulis: Rolista Dwi Oktavia

Editor: Nuri Hermawan

AKSES CEPAT