UNAIR NEWS Berbagai persiapan menyambut event olahraga terbesar Asia, Asian Games 2018, pada Agustus ini terus dilakukan pemerintah beserta jajaran. Salah satunya digelar perguruan tinggi dan aparat pemerintah daerah melalui koordinasi Kemristekdikti. Yakni, melalui acara menyanyi bersama bertajuk Harmoni Indonesia 2018.
Harmoni Indonesia 2018 digelar serentak se-Indonesia Minggu pagi (5/8). Acara itu diadakan sebagai upaya menyambut event empat tahunan Asian Games 2018 yang bakal digelar pada 18 Agustus 2018 di Jakarta dan Palembang.Termasuk sebagai upaya menyambut Hari Kemerdekaan Ke-73 Indonesia. Salah satunya digelar di 51动漫.
Dihadiri 10.000 peserta
UNAIR menjadi titik pusat pelaksanaan Harmoni Indonesia 2018 di Jawa Timur. Tepatnya digelar di Airlangga Convention Center (ACC), Kampus C, UNAIR.
Total terdapat 10.000 peserta yang hadir. Sebanyak 7.000 peserta dari mahasiswa UNAIR. Sementara itu, sebanyak 3.000 lainnya berasal dari perguruan tinggi negeri dan swasta serta instansi pemerintah di wilayah Jawa Timur. Khusus mahasiswa UNAIR, kegiatan itu dibuka dengan senam pagi di depan Rektorat UNAIR.

Dari luar Surabaya, ada perwakilan mahasiswa dari Malang, Mojokerto, Madiun, Banyuwangi, Jombang, Tuban, dan Madura. Misalnya, Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Juga hadir perwakilan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta jajaran aparat TNI (Tentara Nasional Indonesia) dan POLRI (Kepolisian Republik Indonesia).
Rektor UNAIR Prof. Dr. Muhammad Nasih, S.E., MT., AK., CMA., hadir bersama jajaran pimpinan. Termasuk Rektor Unesa Prof. Dr. Warsono, M.S.; Rektor Universitas Pembangunan Nasional Veteran (UPN) Jawa Timur Prof. Dr. Ir. Teguh Soedarto, MP.; serta sejumlah pejabat Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) VII dan aparat TNI-POLRI.
Perlu diketahui, Harmoni Indonesia 2018 terdiri atas kegiatan menyanyikan lagu nasional yang dipandu langsung oleh Addie MS, konduktor orchestra ternama di Indonesia, dari Jakarta. Kegiatan itu dilaksanakan serentak seluruh Indonesia bersama Presiden Jokowi beserta jajaran menteri dan pejabat negara melalui teleconferencing.
Lima lagu dinyanyikan dalam kegiatan itu. Dibuka dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya, nyanyian dilanjutkan secara berurutan dengan lagu Satu Nusa Satu Bangsa, Garuda Pancasila, Rayuan Pulau Kelapa, Bagimu Negeri, dan Hari Merdeka.
Pesan Presiden
Dalam sambutannya melalui video, Jokowi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan ke-73 Indonesia. Sekaligus memberikan semangat kepada seluruh atlet Indonesia agar mampu berprestasi dalam Asian Games 2018.
Jokowi berharap kegiatan Asian Games 2018 bisa terselenggara dengan sukses oleh dukungan dan sokongan dari segenap masyarakat. Dan yang terakhir, Jokowi berharap, melalui kegiatan itu, semangat persatuan, persaudaraan, dan kebangsaan Indonesia bisa diperkuat.
漇ebab, sekali lagi inilah aset bangsa kita yang mesti kita rawat bersama-sama, ujarnya.
Sementara itu, soal pelaksanaan Harmoni Indonesia yang dipusatkan di kampusnya, Prof. Nasih menyatakan bahwa kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi salah satu media perekat kebangsaan dan kesatuan seluruh elemen bangsa. Baik berupa energi, pemikiran, maupun kepentingan untuk memajukan bangsa secara bersama-sama. Karena itu, tidak boleh ada satu kekuatan bangsa pun yang tercerai berai.
滽emudian yang kedua, tentu kita menghadapi Asian Games. Tentu kita sebagai elemen bangsa mesti bahu membahu, saling membantu, dan saling menyemangati untuk kesuksesan penyelenggaraan dan prestasi bangsa Indonesia di Asian Games, tuturnya saat ditemui UNAIR NEWS seusai acara.
Selain itu, Prof. Nasih mengingatkan akan pentingnya kedewasaan dan kesadaran seluruh elemen bangsa terkait dengan pesta demokrasi yang bakal digelar. Menghadapi tahun-tahun pesta demokrasi seperti saat ini dan yang akan datang, kata dia, tensi untuk tercerai berai berpeluang.

滵an, tentu melalui acara ini dengan menyanyi bersama, kita akan bisa mempersatukan semuanya sekaligus menyadarkan semuanya bahwa kita tengah berpesta demokrasi. Pesta tidak elok kalau dibumbui dengan perpecahan, sebutnya.
漃esta harus dilakukan secara bersama-sama dan harus memperat persatuan kita semuanya. Kita tidak boleh membeda-bedakan lagi karena kita sebangsa dan setanah air, imbuhnya. (*)
Penulis: Feri Fenoria Rifa檌





