51

51 Official Website

Seminar Ilmu Sejarah Ulas Peran Sungai dan Rempah sebagai Media Diplomasi

Penjelasan dari para pembicara mengenai historiografi sungai. warisan rempah, dan diplomasi sungai dalam Seminar Nasional Ilmu Sejarah (Foto: Adif)
Penjelasan dari para pembicara mengenai historiografi sungai. warisan rempah, dan diplomasi sungai dalam Seminar Nasional Ilmu Sejarah (Foto: Adif)

UNAIR NEWS – Departemen Ilmu Sejarah 51 (UNAIR) menggelar seminar nasional. Seminar bertajuk Sungai, Rempah, dan Jejak Peradaban Indonesia itu berlangsung di Ruang Siti Parwati, Gedung FIB Kampus Dharmawangsa-B UNAIR, Kamis (6/6/2024).

Sejumlah pembicara hadir dalam seminar tersebut. Di antaranya Guru Besar Sejarah Lingkungan Universitas Jember, Prof Nawiyanto MA PhD dan dosen Ilmu Sejarah UNAIR, Ikhsan Rosyid Mujahidul A SS MA serta Eni Sugiarti SS MHum.

Historiografi sungai, warisan rempah, dan diplomasi aliran sungai perbatasan menjadi pembahasan utama dalam seminar tersebut. Dalam pemaparannya, Prof Nawiyanto menjelaskan bahwa sungai mengalami perubahan fungsi. 

Ada hubungan timbal balik antara sungai dan manusia. Dari hubungan yang terjalin sungai juga mengalami berubah seiring berjalannya waktu. Jadi, proses-proses seperti sosiologis dan teknologis akan memengaruhi manusia dalam memahami gagasan terhadap sungai, jelas Prof Nawiyanto. 

Dalam pemaparan berikutnya, Ikhsan menyampaikan bahwa dengan rempah-rempah Indonesia mampu memiliki potensi terhadap kekayaan kulinernya. Rempah itu merupakan suatu identitas bagi kita. Kita memiliki potensi dalam konteks global kuliner karena Indonesia memiliki keunggulan. Keunggulannya ya dari rempah-rempah itu, ujarnya. 

Ia juga mengungkapkan fokus kajian mengenai sejarah kuliner masih sangat jarang sehingga bisa menjadi sebuah peluang di masa depan. Kajian ini sebetulnya masih sangat jarang yang mengkaji. Ini adalah salah satu peluang untuk kita karena sejarah terutama kuliner itu berkaitan dengan kehidupan sehari-hari sehingga teman-teman bisa langsung berperan, ungkapnya. 

Selanjutnya, Eni menyebutkan sungai memiliki peran dalam sebagai media dalam berdiplomasi ala rakyat untuk menciptakan kedamaian. Sungai dan aliran sungai menjadi satu hal atau alat dalam tanda kutip diplomasi pada level rakyat. Rakyat juga berkontribusi terhadap penciptaan perdamaian di perbatasan sekitar aliran sungai, tuturnya. 

Namun, sambung Eni, sungai juga tak jarang menjadi tempat bermulanya sebuah konflik. Menurutnya, sungai sangat memiliki potensi akan hal tersebut. Aliran sungai di perbatasan banyak sekali berpotensi memunculkan konflik-konflik. Misalnya pelintas ilegal, itu kasus yang sulit sekali diberantas hingga saat ini, terangnya. 

Penulis: Mohammad Adif Albrado

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT