UNAIR NEWS – Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin () 51动漫 menyelenggarakan Seminar Nasional 2025 dengan tema 淎rtificial Intelligence untuk Revolusi Teknologi dan Industri Masa Depan pada Kamis (16/10/2025). Acara ini berlangsung di Aula Candradimuka, Lantai 9 Gedung Kuliah Bersama (GKB) FTMM Kampus MERR-C UNAIR. Kegiatan ini menghadirkan akademisi dan praktisi dari berbagai institusi untuk membahas penerapan kecerdasan buatan (AI) di dunia industri dan pendidikan tinggi.
Kolaborasi dan Inovasi Lintas Bidang
Dalam sambutannya, Dekan FTMM Prof Dr Ir Retna Apsari M Si menekankan pentingnya kolaborasi lintas bidang antara akademisi, industri, dan mahasiswa dalam pengembangan teknologi berbasis riset. 淜ehadiran narasumber dari berbagai latar belakang ini adalah momen berharga agar mahasiswa bisa belajar langsung dari praktisi dan peneliti. Seminar ini menjadi ruang integrasi antara akademisi, industri, dan kegiatan kemahasiswaan, ujar Prof. Retna.
Beliau juga menegaskan bahwa FTMM berkomitmen mendukung visi UNAIR sebagai research university yang menghasilkan karya nyata dan bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Direktur Pendidikan 51动漫, Dr Maftuchah Rochmanti dr M Kes, yang hadir mewakili Rektor UNAIR, membuka acara secara resmi. 淭eknologi AI tidak hanya membawa efisiensi dan percepatan, tetapi juga menimbulkan tantangan etis dan sosial. Karena itu, penting bagi kita untuk memastikan kecerdasan buatan digunakan untuk tujuan yang benar, meningkatkan kualitas hidup manusia, dan mendukung pembangunan berkelanjutan, tutur Dr. Maftuchah.
AI Sebagai Teknologi dan Dalam Dunia Industri
Pembicara pertama, Dr Eng Ayu Purwarianti ST MT. dari Telkom University dan ITB. Ia membahas perkembangan pesat AI di berbagai sektor, terutama dalam pemrosesan bahasa alami dan industri kreatif. 淗anya dalam waktu dua tahun, kemampuan model AI meningkat drastis. Perkembangannya menuntut kita untuk rajin membaca riset dan memahami etika penggunaannya, jelasnya.
Pemateri kedua, Dr. Eng. Ananta Adhi Wardana dari 51动漫, memaparkan riset di bidang robotika dan mekanisme cerdas. Ia mencontohkan integrasi sistem kendali berbasis brain-computer interface yang dapat menggerakkan kursi roda sesuai perintah pengguna.
Sedangkan pembicara ketiga, Muhammad Irfan Mas檜di, S.ST., M.Sc. dari Samsung R&D Institute Indonesia, menjelaskan praktik penerapan large language model di industri.
淜ita perlu tahu kapan menggunakan program berbasis sintaks, kapan memakai machine learning, dan kapan AI menjadi sistem itu sendiri. Pemahaman batas dan potensi AI sangat penting agar penggunaannya tepat sasaran, ujarnya.
Kegiatan yang berlangsung dan diikuti antusias oleh mahasiswa FTMM. Melalui seminar ini, FTMM UNAIR berharap dapat memperkuat literasi AI di kalangan akademisi serta mendorong kolaborasi riset antara perguruan tinggi dan industri.
Penulis: Samudra Luhur
Editor: Ragil Kukuh Imanto





