51动漫

51动漫 Official Website

Seminar Nasional HIMA Sosiologi Bahas Adaptasi Masyarakat di Era Transformasi Digital

Prof Dr Ridwan Sanjaya MS IEC, Guru Besar Universitas Soegijapranata Semarang saat menyampaikan materi dalam Seminar Nasional bertajuk Transformasi Pembangunan Digital: Inovasi, Kolaborasi, dan Keberlanjutan di Ruang Adi Sukadana, FISIP UNAIR
Prof Dr Ridwan Sanjaya MS IEC, Guru Besar Universitas Soegijapranata Semarang saat menyampaikan materi dalam Seminar Nasional bertajuk Transformasi Pembangunan Digital: Inovasi, Kolaborasi, dan Keberlanjutan di Ruang Adi Sukadana, FISIP UNAIR (Foto: Dok. Panitia)

UNAIR NEWS Departemen Sosiologi bersama Himpunan Mahasiswa Sosiologi (HIMA Sosiologi) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik () 51动漫 (UNAIR) sukses menggelar seminar nasional bertajuk Transformasi Pembangunan Digital: Inovasi, Kolaborasi, dan Keberlanjutan. Acara yang berlangsung pada Rabu (22/10/2025) tersebut berlangsung secara hybrid, luring bertempat di Ruang Adi Sukadana, FISIP, Kampus Dharmawangsa-B UNAIR dan daring melalui Zoom Meeting.

Hadir memberikan sambutan, Dekan FISIP UNAIR M Muttaqien SIP MA PhD. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Departemen dan HIMA Sosiologi yang telah menghadirkan tema relevan dengan perkembangan zaman. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan dan memahami tantangan yang muncul dalam proses digitalisasi di berbagai sektor kehidupan.

Alhamdulillah pada siang hari ini kita bisa menyelenggarakan satu kegiatan yang sangat positif, yaitu Transformasi Pembangunan Digital: Inovasi, Kolaborasi, dan Keberlanjutan. Digitalisasi memang satu hal yang modern, tapi ternyata di lapangan masyarakat belum sepenuhnya siap dengan perubahan itu. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa memberi pencerahan bagi kita semua dan memperkuat kesiapan menghadapi era perubahan yang luar biasa ini, ujarnya.

Mengawali sesi materi, Guru Besar Universitas Katolik Soegijapranata (UNIKA) Prof Dr Ridwan Sanjaya MS IEC memaparkan pandangannya mengenai pentingnya kesiapan menghadapi era digital. Ia menjelaskan bahwa transformasi digital tidak bisa terhindarkan karena perubahan teknologi akan terus berjalan dan berdampak langsung pada kehidupan manusia.

“Kalau dulu kita masih menyerahkan uang di gerbang tol, sekarang semuanya pakai kartu. Bahkan ke depan, kartunya pun akan hilang dan tergantikan dengan sistem otomatis. Artinya, perubahan itu tidak akan berhenti. Mungkin kita yang berhenti, tapi dunia akan tetap berjalan, jelasnya.

Prof Ridwan menuturkan bahwa setiap perubahan besar pasti beriringan dengan penolakan. Banyak orang merasa nyaman dengan sistem lama dan enggan beradaptasi, padahal teknologi selalu bergerak cepat dan menuntut manusia untuk menyesuaikan diri. 淪etiap perubahan pasti diawali dengan resistensi. Siapa sih yang mau berubah? Nyaman itu enak kok. Tapi kalau kita menolak perubahan, kita akan tertinggal, tambahnya.

Lebih lanjut, ia juga menyinggung kemajuan akal imitasi (AI) yang kini telah memasuki berbagai bidang kehidupan. Ia mencontohkan penggunaan AI dalam pelayanan publik, pendidikan, hingga pendampingan psikologis yang bisa menemani seseorang saat sedang merasa galau.

“Sekarang ada teknologi yang bisa diajak ngobrol seperti teman. Bahkan bisa mengingatkan kita kapan harus tidur atau makan. Hal-hal seperti itu dulu tidak terbayangkan, tapi sekarang sudah nyata, tuturnya.

Pada akhir, ia menekankan bahwa konsep Industry 4.0 dan Society 5.0 akan menjadi tonggak perubahan besar dalam perkembangan dunia digital. Kendati demikian, Prof Ridwan menegaskan, teknologi bukan sekadar alat yang menunjukkan kecanggihan, tetapi sarana untuk memberi manfaat nyata bagi manusia.

“Kalau di industri kita bicara mesin yang berpikir, di society kita bicara manusia yang dibantu teknologi. Jadi bukan siapa menggantikan siapa, tapi bagaimana keduanya saling melengkapi. Teknologi baru akan bernilai kalau punya dampak sosial. Kalau cuma canggih tapi tidak membawa manfaat, ya hanya berhenti di situ saja, pungkasnya.

Penulis: Fania Tiara Berliana M

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT