51动漫

51动漫 Official Website

Seminar Nasional K3 UNAIR, Tekankan Pemanfaatan AI dalam Teknologi Migas

Sesi foto bersama Seminar Nasional K3 (27/09/2025) (Foto: Narasumber)
Sesi foto bersama Seminar Nasional K3 (27/09/2025) (Foto: Narasumber)

UNAIR NEWS Himpunan Mahasiswa Keselamatan dan Kesehatan Kerja () Fakultas Vokasi (FV) 51动漫 (UNAIR) menyelenggarakan Seminar Nasional K3 pada Hari Sabtu (27/09/2025). Acara yang bertajuk 淥ptimalisasi Peran Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam Pengolahan Migas dan Implementasi K3 untuk Meningkatkan Efisiensi Produk Migas di Indonesia, ini berlangsung di Cendrawasih Hall Gedung Medang Lt. 3 Kampus Dharmawangsa-B UNAIR.

Kisa Audrey Putri Wardhana selaku ketua pelaksana seminar nasional menjelaskan bahwa acara ini memiliki fokus untuk mewadahi mahasiswa dalam mendapatkan informasi dari pakar dan praktisi. 淏esar harapan kami dapat memahami pentingnya pengolahan migas sebelum terjun langsung ke lapangan, ujarnya.

Industri Migas

Ahmad Muslih Bambang Sugiharta AMd, ST, MKKK selaku Supervisor Process Safety & EP&R, EMCL dalam materinya yang berjudul “K3 sebagai Katalis Efisiensi Produksi Migas Nasional: Meminimalkan Downtime, Meningkatkan Produktivitas,” ia menegaskan bahwa industri migas termasuk dalam industri High Risk, High Return.

Muslih menyampaikan pengalamannya selama bekerja 17 tahun di bidang produksi migas sekaligus ahli K3 umum bersertifikasi di beberapa wilayah, seperti Aceh, Cepu, hingga California. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya mengakui diri sebagai safety leader. 淜etika di lapangan, semua bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan diri sendiri, ujarnya.

Hingga saat ini, minyak dan gas masih menyumbang lebih dari 70 persen kebutuhan energi global. Ia menjelaskan, meski lapangan pekerjaan masih terbuka luas, jumlah tenaga kerja ahli tidak banyak. Selain itu, Muslih juga menjelaskan bahwa perbedaan karakteristik penyimpanan minyak dan gas menjadi tantangan. Hal itu karena minyak relatif mudah disimpan sedangkan gas membutuhkan teknologi lebih kompleks.

Pemanfaatan Teknologi 

Lebih lanjut, Muslih menyoroti perjalanan menuju net zero emission yang kini menjadi target berbagai industri. Konsep carbon capture and storage hadir sebagai solusi, yakni menyerap emisi karbon, mengubahnya menjadi cairan, lalu menyimpannya kembali ke perut bumi. 淚ndustri migas itu high risk high return. Maka teknologi dan strategi K3 harus berjalan beriringan dengan target efisiensi dan keberlanjutan, tegasnya.

Selain aspek teknis, Muslih juga menekankan pentingnya memanfaatkan teknologi seperti  Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung produktivitas dan keselamatan kerja. 淪iapapun yang tidak bersahabat dengan AI, dia akan tertinggal, ujarnya.

Dalam penjelasannya, Muslih membedakan discriminative AI yang hanya bersifat analitik dengan generative AI yang lebih kompleks. Ia juga memberikan beberapa contoh proyek berbasis AI yang ia gunakan, seperti Earthquake Impact Calculator dan New Scenario Management Dashboard untuk monitoring dan pengambilan keputusan di lapangan.

Sebagai penutup, Muslih menekankan pentingnya soft skill bagi mahasiswa yang ingin terjun ke dunia lapang. 淎dakalanya kita harus punya seni untuk menegur. Karena bekerja di lapangan bukan hanya soal teknis, tetapi juga komunikasi dan adaptasi, pungkasnya.

Penulis: Muhammad Nabil Fawaid

Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT