51动漫

51动漫 Official Website

Seminar Sitopatologi RSHP UNAIR Kenalkan Pemeriksaan FNAB pada Hewan

Penyampain materi oleh Drh Steven Taufic Leo CVA dalam seminar dan workshop RSHP UNAIR (Foto: Dok. Panitia)
Penyampain materi oleh Drh Steven Taufic Leo CVA dalam seminar dan workshop RSHP UNAIR (Foto: Dok. Panitia)

UNAIR NEWS Pengenalan penyakit termasuk patologi perlu menjadi perhatian khusus bagi para pecinta hewan. Dalam hal ini, Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) 51动漫 (UNAIR) mengadakan seminar pengenalan lebih dalam mengenai sitopatologi pada Sabtu (24/8/2024). Seminar tersebut menghadirkan Drh Steven Taufic Leo CVA seorang praktisi hewan kecil Sunset Vet Bali, bidang patologi klinik.

Ia menerangkan bahwa pengambilan sampel untuk mengetahui penyakit yang diderita oleh hewan perlu dilakukan guna mengetahui jenisnya. 淏entuk dari beberapa penyakit memiliki beberapa kesamaan sehingga perlu untuk dilakukan pengambilan sampel, terangnya.

Pengambilan sampel biasanya dilakukan dengan menggunakan Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB). Teknik ini melibatkan penggunaan jarum halus yang dimasukkan ke dalam massa atau area yang terjadi luka di dalam tubuh untuk mengambil sejumlah kecil sel atau cairan untuk diteliti. 淔NAB digunakan ketika ada indikasi pada massa yang kita tidak tahu, tambahnya.

Drh Steven Taufic Leo CVA dengan peserta dan dokter hewan dalam seminar dan workshop RSHP UNAIR (Foto: Dok. Panitia)

Ia melanjutkan, FNAB dapat membantu dalam menentukan tingkat keparahan suatu penyakit yang dialami oleh hewan. Hal itu akan memungkinan penanganan yang cepat terhadap penyakit yang diderita. 淜euntungan FNAB cukup murah dan cepat dalam pelaksanaannya, simpel dan minim invasif. Namun kelemahannya sampel yang diambil kecil, ungkapnya.

Steven juga menjelaskan FNAB berfungsi untuk mengenali apakah sebuah penyakit yang diderita adalah neoplasia atau inflammation. 淣eoplasia umumnya memiliki beberapa tipe diantaranya epithelial atau yang lebih terkenal dengan carcinoma, mesenchymal atau sarcoma, dan round cell tumor, jelasnya.

Dalam seminar tersebut ia menyampaikan terdapat tiga prinsip yang harus diperhatikan dalam pengambilan sampel. 淗arus diperhatikan apakah sel yang diambil cukup untuk dievaluasi, minim kontaminasi terhadap darah, dan tersebar merata pada daerah monolayer, terangnya.

Ia juga menyampaikan ketika melakukan pengambilan sampel ketika memindahkan sampel yang akan digunakan perlu dilakukan secara hati-hati. Hal itu dilakukan untuk menghindari inti sel yang pecah dalam pemindahan sampel yang dilakukan. 淪elain itu, dalam pemindahan sampel teman-teman harus melakukannya dengan hati-hati agar ketika memindahkan selnya tidak dipencet terlalu kencang, tambahnya.

Penulis: Ahmad Hanif Musthafa

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT