51动漫

51动漫 Official Website

Senam Feldenkrais dapat Meningkatkan Kepercayaan Diri Lansia

Senam Feldenkrais dapat Meningkatkan Kepercayaan Diri Lansia
Sumber: OTC Digest

Individu yang sudah berusia lanjut sangat rentan jatuh dan terkena cedera karena jatuh tersebut. Hal ini seringkali bersifat fatal dan dapat bahkan dapat menyebabkan kematian. Selain itu, rasa takut jatuh dapat meningkatkan ketergantungan lansia untuk melakukan aktifitas sehari-sehari. Beberapa studi epidemiologi di Indonesia menunjukkan bahwa wanita lebih rentan jatuh bila dibandingkan dengan pria. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan pada tingkat aktivitas fisik, kekuatan otot, dan densitas tulang antara pria dan wanita. Senam Feldenkrais merupakan senam yang menfokuskan pada integrasi antar tubuh dan pikiran.

Pada senam Feldenkreis, diperlukan adanya arahan secara verbal oleh instruktur, sehingga memerlukan konsentrasi dan memfasilitasi pembelajaran motorik. Senam ini terdiri dari gerakan yang lembut, pelan sehingga aman dilakukan oleh lansia. Hal ini menyebabkan adanya proses pembelajaran gerakan secara mandiri dan tanpa rasa nyeri sehingga dapat meningkatkan kepatuhan terhadap olahraga. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa senam Felkdenkreis dapat meningkatkan kesimbangan, postur, dan faktor-faktor lainnya yang berkaitan dengan kesehatan. Seiring dengan peningkatan jumlah lansia di Indonesia, yaitu sebanyak 26 juta lansia saat ini (9,92%) dan diperkirakan akan meningkat menjadi 12,9% pada tahun 2030, maka perlu dilakukan upaya prevensi untuk menurunkan angka prevalensi jatuh pada lansia, khususnya wanita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi dari senam Feldenkreis untuk menurunkan rasa takut jatuh pada lansia, keseimbangan, dan mobilitas fungsional. Intervensi senam Feldenkrais dibandingkan dengan program olahraga untuk meningkatkan keseimbangan yang sudah lebih sering dilakukan. Program ini merupakan program olahraga dengan multimodalitas yang dirancang untuk meningkatkan statbilitas tubuh dengan melibatkan sistem sensoris dan keterkaitannya dengan sistem organ lainnya (postur, vestibulo-okular, vestibula servikal, dan vestibulo-spinal).

Penelitian ini melibatkan wanita lansia dari panti jompo Pesanggrahan, Mojokerto, Jawa Timur yang memenuhi kriteria inklusi sebagai berikut: berusia >60 tahun, tidak memiliki riwayat jatuh dalam 6 bulan terakhir, dan mampu berjalan tanpa bantuan. Sebanyak 54 wanita lansia yang memenuhi kriteria inklusi dibagi menjadi 3 kelompok secara acak, yaitu kelompok kontrol (18 orang), kelompok yang diberikan intervensi senam Felkdenkrais (18 orang) dan kelompok yang diberikan intervensi program olahraga untuk peningkatan keseimbangan. Intervensi olahraga dilakukan selama 6 minggu, dengan frekuensi 3x per minggu. Senam dilakukan selama 40 menit setiap sesinya, sehingga total seluruh sesi senam adalah 18 kali. Pada setiap sesinya, pemanasan selama 10 menit dilakukan sebelum senam inti dan diikuti dengan pendinginan. Senam inti terdiri dari 5 gerakan, 8 repetisi dan 3 siklus. Senam dilakukan dalam grup dan diawasi oleh 2 orang fisioterapis Partisipan pada grup kontrol diminta untuk melakukan aktifitas sehari-hari sesuai dengan aktivitas biasanya. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa senam feldenkreis sama baiknya dengan program olahraga untuk menurunkan rasa takut jatuh dan peningkatan keseimbangan. Selain itu, senam Feldenkreis juga dapat mempertahankan mobilitas fungsional pada lansia.

Sebagai kesimpulan, senam Feldenkreis memiliki efektifitas yang sama dengan program olahraga untuk peningkatan keseimbangan  dalam menurunkan rasa takut jatuh dan keseimbangan pada lansia. Selain itu, senam Feldenkreis juga dapat mempertahankan mobilitas fungsional pada lansia. Hasil penelitian ini menunjukkkan peran olahraga untuk mempertahankan kesehatan dan independensi pada lansia sehingga lansia dapat melakukan aktivitas sehari-hari secara independen, termasuk melakukan aktivitas sosial.

Penulis: dr. Raden Argarini, Mkes.,PhD

Link:

Baca juga: Pikiran-Tubuh untuk Mengurangi Depresi pada Lansia

AKSES CEPAT