n

51动漫

51动漫 Official Website

Senat Akademik UNAIR Berpartisipasi dalam Pertemuan SA Sebelas PTN-BH

senat akademik
SUASANA pertemuan tahunan Forum Senat Akademik Perguruan Tinggi Badan Hukum (PTN-BH) di Bandung, Kamis (13/7). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS Sebanyak sebelas Senat Akademik (SA) Perguruan Tinggi Badan Hukum (PTN-BH) yang tergabung dalam Forum SA PTN-BH mengadakan pertemuan tahunan di Bandung, Kamis (137) lalu. Tahun ini, Institut Teknologi Bandung (ITB) bertindak sebagai Koordinator Forum SA PTN-BH sekaligus sebagai tuan rumah.

Dalam kesempatan ini, delegasi SA 51动漫 diwakili oleh Prof. Dr. M. Amin (Ketua SA), Iman Prihandono, Ph.D (Sekretaris SA); Prof. Dr. Suwarno (Ketua Komisi II SA); Dr. Santi Martini (Sekretaris Komisi III); dan Dr. Endang D. Masithah (Anggota SA).

Pada sidang hari pertama, hadir sebagai narasumber Prof. Intan Ahmad, Dirjen Belmawa Kemristekdikti. Ia menyampaikan materi 楴omenklatur Keilmuan dan Gelar Lulusan. Dalam sesi ini juga dibahas mengenai Peraturan Menristekdikti No. 15 Tahun 2017 tentang Penamaan Program Studi pada Perguruan Tinggi.

Pada sesi pertama, peserta sidang menanyakan mengenai surat edaran BAN-PT yang mengharuskan perguruan tinggi untuk mendapatkan persetujuan BAN-PT dalam mengajukan program studi baru. Menurut peserta sidang, hal ini bertentangan dengan otonomi dan kemandirian dari PTN-BH. Sedangkan berdasarkan statuta, masing-masing PTN-BH memberikan kewenangan secara mandiri untuk membuka program studi baru.

Sidang dilanjutkan dengan presentasi sharing permasalahan dan praktik terbaik dari masing-masing SA PTN-BH yang hadir. Iman dalam presentasi mewakili UNAIR, menyampaikan secara umum hubungan kerja antar organ utama (MWA-SA-Rektor) pada PTN-BH di UNAIR yang telah berjalan dengan baik.

淏eberapa PTN-BH dalam struktur anggarannya nampak biaya manajemen dan pengeluaran rutin masih sangat besar porsinya, ujar dosen Fakultas Hukum UNAIR ini.

Menanggapi presentasi Iman, Prof. Indratmo Soekarno selaku Ketua SA ITB mengakui beberapa PTN-BH masih memiliki jumlah personil yang sangat besar.

淪ebaiknya ke depan PTN-BH dapat mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi dalam manajemen perguruan tinggi. Sehingga dapat memaksimalkan penggunaan anggaran untuk bisnis utama perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, ujar Prof Indratmoko.

Sidang Forum SA PTN-BH menyusun beberapa rekomendasi dari seluruh SA PTN-BH. Diantara rekomendasi yang muncul adalah SA dapat berperan aktif dalam menyikapi perubahan karakter mahasiswa dari generasi Z yang cenderung aktif dalam menggunakan gadget, media sosial, dan internet. Rekomendasi kedua, perguruan tinggi sebaiknya lebih meningkatkan pendidikan karakter dan budaya literasi.

Sidang diakhiri dengan serah terima dari SA ITB kepada SA Institut Pertanian Bogor (IPB) yang akan bertindak sebagai Koordinator tahun 2017/2018. (*)

Editor: Binti Q. Masruroh

 

AKSES CEPAT