Kami telah berhasil mengembangkan sensor konsentrasi formaldehida berbasis serat optik dengan mekanisme pendeteksian perpindahan (displacement sensing). Dua strategi pengukuran digunakan”penyetelan perpindahan (displacement tuning) dan analisis spektrum refleksi”yang masing-masing dikombinasikan dengan sumber cahaya UV untuk mengevaluasi kinerja sensor. Sumber cahaya UV“visible (OSL 2, Thorlabs) digunakan untuk menerangi sampel, dan daya optik hambur balik (backscattered power) menunjukkan penurunan linier seiring meningkatnya konsentrasi formaldehida. Sensor ini menunjukkan sensitivitas, linearitas, dan stabilitas operasional yang sangat baik pada rentang konsentrasi 0“5%. Pada metode displacement tuning, sensitivitas yang diperoleh adalah 0,031 μW/% dengan linearitas 91%, sedangkan metode berbasis refleksi menghasilkan sensitivitas 2634,3 counts/% dengan linearitas 98%. Selain itu, sifat sensor yang bersifat non-kontak meningkatkan aspek keselamatan karena tidak terjadi kontak langsung antara probe dan sampel. Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa sensor berbasis fiber bundle yang diusulkan memiliki potensi besar untuk pemantauan konsentrasi formaldehida di masa mendatang, terutama untuk aplikasi terkait keamanan pangan (food safety).
Penulis: Herri Trilaksana, S.Si., M.Si., Ph.D.
Keyword: formaldehyde sensing, optical fiber sensor, non-contact detection
DOI 10.1088/1612-202X/adba3c
Laser Phys. Lett. 22 (2025) 035101 (7pp)
Received 24 October 2024
Accepted 18 February 2025
Published 5 March 2025





