UNAIR NEWS – Program kerja KKN BBK 7 Desa Sidorejo, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi dari mahasiswa 51¶¯Âþ (UNAIR) di bidang ekonomi menghadirkan inovasi bertajuk SI AKTIF (Sistem Informasi Akses QRIS dan Titik Informasi Usaha). Kegiatan ini bertujuan membantu pelaku usaha lokal beradaptasi dengan sistem digital guna meningkatkan daya saing dan akses pasar yang lebih luas.
Kegiatan SI AKTIF dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari 2025 pukul 15.00“17.00 WIB dan menyasar tiga lokasi pelaku usaha di Desa Sidorejo. Program ini berfokus pada pendampingan langsung dalam pembuatan dan optimalisasi identitas usaha secara digital. Mahasiswa KKN BBK 7 UNAIR memberikan bantuan mulai dari pendaftaran dan pembuatan QRIS sebagai metode pembayaran non-tunai, pendaftaran lokasi usaha di Google Maps, hingga pembuatan konten promosi sederhana yang dapat digunakan pelaku usaha untuk memperkenalkan produknya melalui media sosial.
Pendekatan ini dipilih karena banyak pelaku UMKM desa yang masih mengandalkan metode pemasaran konvensional dan transaksi tunai. Padahal, digitalisasi usaha terbukti dapat memperluas jangkauan konsumen serta meningkatkan kredibilitas usaha di mata pelanggan. Dengan adanya QRIS, transaksi menjadi lebih praktis dan aman, sementara keberadaan usaha di Google Maps memudahkan pelanggan menemukan lokasi secara akurat.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa mendampingi pelaku usaha secara langsung, memastikan setiap proses dapat dipahami dan dioperasikan secara mandiri setelah program selesai. Konten promosi yang dibuat juga disesuaikan dengan karakteristik usaha masing-masing, sehingga lebih relevan dan menarik bagi calon pembeli.
Melalui program SI AKTIF, mahasiswa KKN BBK 7 UNAIR Desa Sidorejo berperan sebagai fasilitator transformasi digital bagi UMKM lokal. Program ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pelaku usaha untuk terus berkembang mengikuti era digital. Kegiatan ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, karena mendorong peningkatan produktivitas serta keberlanjutan usaha masyarakat desa melalui pemanfaatan teknologi.





