UNAIR NEWS – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) 51动漫 (UNAIR) gelar Kompetisi Ilmiah Mahasiswa (KIM) Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Talk. Kegiatan itu berlangsung secara daring pada Minggu (11/5/2025) dengan mengundang Dosen Kemahasiswaan Fakultas Psikologi UNAIR, Bani Bacan Hacantya Yudanagara S Psi M Si dan peraih Juara 2 Presentasi kelas PKM RSH 4, Vania Wynnemaida.
Bani Bacan Hacantya Yudanagara S Psi M Si menyatakan bahwa KIM merupakan ajang untuk mempersiapkan mahasiswa UNAIR menuju PKM. Ia menjelaskan bahwa UNAIR akan menyelenggarakan KIM sebelum PKM untuk mewadahi mahasiswa agar ide mereka benar-benar matang.
淜IM merupakan langkah persiapan untuk memulai menentukan ide, membuat proposal, dan berlatih untuk melakukan presentasi, jelasnya.
Ia berharap mahasiswa yang mengikuti KIM akan berlanjut hingga ke PKM. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa saat mahasiswa mengikuti KIM tahun ini maka artinya mahasiswa tersebut telah mempersiapkan untuk mengikuti PKM tahun depan.
淜alian tidak akan bekerja dua kali dan persiapannya lebih matang serta lebih panjang karena kalian telah mempersiapkannya tahun ini untuk PKM tahun depan, tegasnya.
Kolaborasi Lintas Keilmuan
Bani mengatakan bahwa terdapat hal baru dalam PKM tahun 2025. Ia menjelaskan bahwa PKM 2025 mengusung 10 tema utama yang harus dipilih mahasiswa. Beberapa tema tersebut antara lain Kemandirian Pangan, Energi, dan Air, Kesehatan dan Gizi Masyarakat, serta Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi.
淜alau dulu tidak ada tematik seperti ini. Mahasiswa bebas mengambil topik selama bisa menyelesaikan persoalan yang ada di masyarakat dengan kreatif, jelasnya.
Menurutnya, adanya tema tersebut mendorong mahasiswa untuk berkolaborasi dengan fakultas lain. 淪ebetulnya mahasiswa psikologi dapat masuk ke semua tema meskipun dalam beberapa tema, teman-teman harus mengajak kolaborasi dengan fakultas lain, ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa sebenarnya dalam ajang KIM dan PKM tersebut, mahasiswa lebih disarankan untuk berkolaborasi lintas bidang. Dengan adanya kolaborasi lintas bidang, lanjutnya, mahasiswa akan mendapat banyak perspektif dari berbagai bidang keilmuan. Harapannya, semakin banyak perspektif yang dipertimbangkan maka solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan persoalan di masyarakat juga lebih komprehensif.
淎kan ada banyak perspektif sehingga masalah yang diselesaikan akan lebih komprehensif solusinya karena kalian bisa menggabungkan beberapa perspektif dari berbagai keilmuan, tuturnya.
Manfaat PKM
Sementara itu, Vania Wynnemaida, mahasiswa fakultas psikologi peraih Juara 2 Presentasi kelas PKM RSH 4 berbagi bahwa ajang tersebut memberikan banyak manfaat salah satunya adalah konversi skripsi bagi peserta yang lolos pendanaan. Artinya, peserta PKM yang lolos pendanaan tidak perlu menyusun skripsi lagi sebagai syarat kelulusan. Tidak hanya itu, ia juga mengatakan bahwa peserta PKM dapat belajar banyak terkait penelitian sebagai salah satu bekal saat hendak menyusun skripsi kelak.
淪kripsi sangat mirip penyusunannya dengan KIM maupun PKM. Hal itu menjadi starter awal yang baik. Apalagi di semester atas nanti akan ada mata kuliah desain penelitian kualitatif dan kuantitatif, istilahnya kita nyicip dulu. Meskipun nanti risetnya tidak didanai, tapi akan berguna untuk penyusunan skripsi kelak, jelasnya.
Selain konversi skripsi, ia juga menjelaskan bahwa dengan mengikuti PKM maka mahasiswa dapat menambah banyak relasi di tingkat universitas baik teman maupun dosen. Sebab, ia bercerita bahwa dalam proses riset untuk PKM, ia banyak bertukar pikiran dengan dosen-dosen dari fakultas lain.
淭idak hanya itu, aku juga banyak bertemu teman-teman baru dari universitas lain saat PIMNAS, tambahnya.
Berkat mengikuti PKM, lanjutnya, ia jadi tahu bagaimana proses penyusunan artikel ilmiah mulai penulisan hingga penerbitan ke jurnal. Artikel ilmiah merupakan salah satu luaran ajang PKM. 淒ari PKM aku jadi tahu cara menyusun artikel ilmiah dan proses publikasinya hingga submit ke jurnal-jurnal, ujarnya.
Penulis: Septy Dwi Bahari Putri
Editor: Khefti Al Mawalia





