51动漫

51动漫 Official Website

Siapkan SDM Unggul, Vokasi UNAIR Susun Grand Design TeFa dan PBL

Workshop Penyusunan Grand Design Teaching Industry / Teaching Factory dengan narasumber Wikan Sakarinto. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

UNAIR NEWS Guna meningkatkan kualitas lulusan dengan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, Program Studi Sarjana Terapan Pengobat Tradisional Fakultas Vokasi 51动漫 menyelenggarakan workshop mengenai Penyusunan Grand Design Teaching Industry / Teaching Factory. Kegiatan itu diadakan pada 21-22/11/2022 di hotel Wyndham Surabaya.

Wikan Sakarinto ST MSc PhD yang merupakan Academic Advisor serta Trainer & Motivator bidang pendidikan dan pengembangan SDM mengawali materi pertama tentang inovasi dan terobosan pembelajaran berbasis project nyata dengan teaching factory (Tefa) dan Project-based Learning (PBL). Menurutnya melihat SDM saat ini, diperlukannya sebuah terobosan pembelajaran untuk diimplementasikan dan berkelanjutan.

淢enurut aspirasi pengguna tenaga kerja, tidak ada komplain mengenai hard skills, namun diperlukannya penguatan aspek soft skills dan karakter bekerja untuk melengkapi aspek hard skills yang sesuai kebutuhan dunia kerja, ujar Wikan.

Wikan menjelaskan pembelajaran berbasis project riil dari dunia kerja (PBL) itu digunakan untuk memastikan hard skills akan disertai soft skills dan karakter yang kuat. Hal itu sendiri untuk membentuk SDM yang dapat bersaing di era baru industrialisasi digital.

Ia juga menerangkan, terdapat ancaman secara global di era digitalisasi yang banyak membuat posisi pekerjaan manusia digantikan dengan mesin otomatis. Maka dari itu perlu perubahan skills untuk persiapan di dunia kerja.

淭erdapat perubahan skills akibat digitalisasi, pekerjaan yang bersifat repetitif yang cenderung mengandalkan hardskills akhirnya tergantikan oleh sistem atau otomasi, digital dan robot, terang Wikan.

Ia juga memberi contoh beberapa skill yang dibutuhkan, di antaranya ialah pemikiran yang inovatif, pemecahan masalah kompleks, kreatif & inisiatif, leadership, kemampuan negosiasi, ketahanan terhadap stress, kemampuan fleksibilitas, berpikir kritis dan lain-lain. 淛adi yang dibutuhkan saat ini untuk siap terjun ke dunia kerja adalah softskills, karakter dan hardskills. Namun dalam pembelajaran, kebanyakan yang diajarkan masih berupa hard skills, lanjut Wikan menjelaskan.

Wikan juga menjelaskan bahwa konsep dan ide dari pembelajaran TeFa+PBL bertujuan untuk membangun sifat literasi, numerasi, kreativitas, berpikir kritis, passion dan visi dari mahasiswa. Termasuk tahap selanjutnya diharapkan semua mahasiswa mampu menguasai beberapa keahlian yakni, skills digital, skills presentasi, skills kewirausahaan, menyusun profil perusahaan, menyusun penawaran & RAB dan sebagainya serta dilakukan pula industry visit.

Ditekankan juga pembelajaran project nyata atau project riil seharusnya hadir dari konsumen, mitra atau stakeholder. 淐ontoh mudahnya adalah Siswa DKV, RPL, marketing dan pada bidang sosial melakukan teamwork, kemudian mendampingi atau mendukung UMKM lokal seperti melakukan marketing, promosi, branding, dan sebagainya minimal selama 1 semester sehingga dapat membuat target riil, jelas Wikan.

Penulis: Jihan Aura

Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT