51动漫

51动漫 Official Website

Sikap dan Dukungan Keluarga Mempengaruhi Human Papilloma Vaksinasi Virus pada Mahasiswi Kebidanan

Foto by Alodokter

Pada tahun 2019 terdapat 13.078 kasus kanker serviks di Jawa Timur, dan pada tahun 2018 prevalensi mencapai 2,2 per 1.000 penduduk. Terdapt 400 ribu kasus baru dan 230.000 kematian di Indonesia dan diperkirakan pada tahun 2025 akan terjadi peningkatan jumlah penderita. Jumlah kasus kanker serviks di Jawa Timur tahun 2019 adalah 13.078 kasus. Kanker serviks dapat disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) tipe 16 dan 18 seperti pernyataan World Health Organization (WHO) sebagai pemicu terjadinya kanker serviks 90%. Oleh karena itu, vaksinasi terhadap infeksi human papilloma virus perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya kanker serviks.

Upaya pemerintah masih jauh dari target dalam mengurangi kejadian kanker serviks (Kementerian Kesehatan, 2019). Manfaat utama dari vaksin HPV adalah untuk mencegah infeksi virus HPV yang menyebabkan penyakit serviks kanker sebesar 95% (Kementerian Kesehatan, 2017). Saat ini ada 3 jenis HPV vaksin, yaitu bivalen, tetravalen, dan nanovalen yang mampu memberikan pro-proteksi dari 9 jenis virus HPV (Askandar, 2020). Bivalen dan tetravalen vaksin telah mendapat izin edar zation sejak tahun 2006, dan digunakan di lebih banyak dari 200 negara. Penasehat Global Komite Keamanan Vaksin (GACVS) memperoleh data dari tahun pertama itu beredar sampai tahun 2014 tidak ada masalah keamanan yang mengubah rekomendasi-tanggal untuk vaksinasi HPV oleh WHO (Kementerian Kesehatan, 2016). Berdasarkan data sekunder dari Dinas Kesehatan Surabaya Pelayanan, di Surabaya vaksinasi HPV yang merupakan bagian dari Imunitas Anak Sekolah Program Bulan Nasionalisasi (BIAS) memiliki mencapai 90% pada tahun 2018, namun hal ini belum komprehensif karena keputusan orang tua untuk anak-anak mereka untuk melakukan vaksinasi HPV.

Namun, cakupan vaksinasi HPV (Human Papilloma Vaksinasi virus) sebagai pencegahan primer kanker serviks di Indonesia masih rendah. Peneliti menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi dan yang paling berpengaruh terhadap perempuan mahasiswa kebidanan dalam vaksinasi Human Papilloma Virus. Penelitian dilakukan di Jawa Timur. Dalam melakukan vaksinasi HPV, ada beberapa faktor yang mempengaruhi seperti faktor predisposisi, faktor pendukung, dan faktor pendorong. Pengetahuan, sikap, dan praktik bidan mempengaruhi tindakan pencegahan dengan vaksin HPV. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa kebidanan. Sebanyak 252 mahasiswa kebidanan di Jawa Timur mengisi kuesioner secara daring.

Sebagian besar subjek berusia 20 tahun (65,5%). Hampir semua subjek belum menikah (95,6%). mata pelajaran dari Jawa Timur mendominasi sampel penelitian ini (80,6%). Media sosial adalah sumber informasi yang banyak digunakan oleh subjek untuk mengetahui tentang vaksinasi HPV (48.4%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi praktek mahasiswa bidan untuk mendapatkan vaksinasi HPV adalah faktor sikap yang ditunjukkan oleh subjek dan dukungan yag disediakan oleh keluarga. Dalam analisis lanjutan, didapatkan bahwa faktor yang paling mempengaruhi mahasiswa kebidanan di Jawa Timur dalam melaksanakan vaksinasi HPV adalah faktor dukungan orang tua.

Sikap terhadap vaksinasi HPV

Sebagian besar mahasiswa kebidanan memiliki sikap positif terhadap vaksin HPV.hal ini selanjutnya menyebabkan mahasiswa tersebut memiliki kemauan yang kuat untuk melakukan vaksinasi dibandingkan dengan mahasiswa kebidanan yang memiliki sikap negatif terhadap vaksinasi HPV. Sikap memiliki peran penting dalam seseorang dalam merespon stimulus yang dipertahankan, jika stimulus yang diperoleh positif maka seseorang juga akan memiliki positif sikap dan sebaliknya. Sikap yang ditunjukkan oleh subjek dipengaruhi oleh keyakinan subjek untuk mendapatkan vaksinasi HPV, sedangkan keyakinan ini dapat dipengaruhi oleh budaya dan kepercayaan subjek. Di beberapa daerah di Indonesia, kepercayaan terhadap vaksin masih menjadi problem yang menyebabkan pro dan kontra. Subjek dalam penelitian ini berasal dari beberapa daerah di luar Jawa Timur dengan latar-belakang budaya yang berbeda-beda, sehingga dapat menyebabkan keragaman sikap subjek atas vaksinasi HPV. Menurut hasil penelitian yang telah dilakukan dan penelitian lain sebelumnya, dapat dikatakan bahwa faktor sikap dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi mahasiswi kebidanan di Timur Jawa dalam melaksanakan vaksinasi HPV.

Dukungan Keluarga.

Dukungan yang diberikan oleh keluarga dapat merupakan faktor penting karena peran keluarga mempengaruhi pengambilan keputusan anggota keluarga. Dukungan keluarga dapat berbentuk dukungan keuangan, informasi tentang vaksin HPV, dan saran untuk melakukan vaksinasi HPV. Hasil yang didapat dalam penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat antara dukungan keluarga dan vaksinasi HPV. Hasil uji multivariat menunjukkan faktor yang paling mempengaruhi tindakan vaksinasi HPV pada mahasiswa kebidanan di Jawa Timur adalah dukungan keluarga. Hasil penelitian ini dapat dipergunakan oleh puskesmas maupun pihak sekolah untuk lebih mendorong keluarga memberikan dukungan kepada mahasiswa kebidanan agar mendapatkan vaksinasi HPV.

Tim peneliti: Ilfinur Anissa Putri, Samsriyaningsih Handayani, Brahmana Askandar Tjokroprawiro

Naskah asli .

AKSES CEPAT