Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas kombinasi quercetindan bone xenograft dalam mempercepat penyembuhan soket tulang alveolar pasca pencabutan gigi. tingginya resorpsi tulang alveolar setelah ekstraksi (hingga 卤50% dalam 6 bulan) menjadikan latar belakang untuk dilakukan penelitian ini, sementara xenograft hanya berfungsi sebagai scaffold osteokonduktif tanpa kemampuan osteoinduksi. Oleh karena itu, diperlukan agen bioaktif seperti quercetin yang memiliki sifat antiinflamasi, antioksidan, dan osteogenic, untuk menyempurnakan proses regenerasi tulang alveolaris.
Penelitian eksperimental ini menggunakan tikus Wistar yang dibagi menjadi empat kelompok: kontrol, quercetin, xenograft, dan kombinasi quercetin+xenograft. Evaluasi dilakukan pada hari ke-7 dan ke-21 menggunakan analisis histologi serta imunohistokimia terhadap marker osteogenik (BMP-2 dan osteocalcin).
Hasil menunjukkan bahwa:
- Kelompok kombinasi (quercetin + xenograft) memberikan penyembuhan terbaik
- Terjadi penurunan inflamasi lebih cepat dan peningkatan vaskularisasi
- Jumlah fibroblas, osteoblas, dan deposisi kolagen meningkat signifikan
- Pembentukan tulang baru lebih cepat
- Ekspresi BMP-2 (fase awal) dan osteocalcin (fase maturasi) paling tinggi
Berdasarkan penelitian ini, kelompok kombinasi menunjukkan pembentukan trabekula tulang yang lebih luas dan matriks kolagen yang lebih padat dibanding kelompok lain. Selain itu, data kuantitatif menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok dengan efek biologis yang besar.
Secara mekanistik, quercetin berperan dalam meningkatkan osteogenesis melalui jalur BMP-2/Runx2, mengurangi stres oksidatif, serta meningkatkan angiogenesis, sementara xenograft menyediakan scaffold struktural untuk pertumbuhan tulang. Sinergi keduanya menghasilkan efek osteokonduktif dan osteoinduktif yang lebih optimal.
Kesimpulannya, kombinasi quercetin dan bone xenograft secara signifikan meningkatkan regenerasi tulang alveolar dibandingkan penggunaan tunggal, sehingga berpotensi menjadi strategi yang efektif dan lebih aman untuk socket preservation dan terapi regeneratif di bidang kedokteran gigi.
Penulis: Dr. Christian Khoswanto, drg., M.Kes.
Link:





