51动漫

51动漫 Official Website

Sinergi Kampus dan Teknologi dalam Wujudkan Pembelajaran Berdampak

Syahrur Marta Dwisusilo SS MA PhD dalam seminar nasional PROBSI pada Selasa (21/10/2025)
Syahrur Marta Dwisusilo SS MA PhD dalam seminar nasional PROBSI pada Selasa (21/10/2025) (Foto: dok. istimewa)

UNAIR NEWS – Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya () 51动漫 (UNAIR) sukses menjadi tuan rumah Perkumpulan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia (PROBSI). Perkumpulan itu menyelenggarakan Seminar Nasional dan Rapat Kerja yang terselenggara pada Selasa (21/10/2025) di Hotel Elmi. Seminar nasional kali ini bertajuk Menimbang Kampus Berdampak: Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Secara Kolaboratif-Partisipatif serta Optimalisasi Pemanfaatan Akal Imitasi (AI), menghadirkan  akademisi Bahasa dan Sastra Indonesia dari seluruh Indonesia.

Pada sesi seminar nasional, hadir tiga narasumber yakni Dekan FIB UNAIR Syahrur Marta Dwi Susilo SS MA PhD, Prof Nur Wulan PhD, serta Dr Pujiharto SS MHum. Dalam penyampaian materi pertama, Syahrur menjelaskan konsep kampus berdampak melalui sistem pembelajaran yang UNAIR terapkan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin yang telah terwujud dalam program Pembelajaran Dasar Bersama (PDB). 

“Bagaimana kalau mahasiswa semester 1 dijadikan satu kelas antar prodi, agar mereka berkomunikasi, berkolaborasi dan saling mengembangkan empatinya antar prodi. Sehingga harapannya nanti dapat berkolaborasi dalam menyelesaikan problem-problem dalam masyarakat. Karena juga problem di masyarakat tidak dapat terselesaikan hanya satu prodi,” ungkap Syahrur.

Prof Nur Wulan PhD narasumber kedua saat menyampaikan materi dalam seminar PROBSI
Prof Nur Wulan PhD narasumber kedua saat menyampaikan materi dalam seminar PROBSI (Foto: dok. istimewa)

Lebih lanjut, Syahrur juga menjelaskan bahwa melalui beberapa mata kuliah dalam PDB, mahasiswa juga didorong untuk menghasilkan projek kolaboratif. 淜etika mahasiswa kita dorong untuk membuat suatu proyek, nanti akan ikut serta dalam expo. Nantinya mereka juga akan berlatih berkomunikasi, di mana harus mampu menjelaskan projek expo tersebut, lanjutnya.

Tak hanya proyek dan expo, pada aspek bahasa Indonesia mahasiswa harus membuat laporan yang baik dan benar dari proyek tersebut. Namun pada satu mata kuliah, mahasiswa juga harus membuat artikel kepenulisan dan wajib mempublikasikannya pada media massa. 

Selaras dengan  konsep kampus berdampak, Prof Nur Wulan PhD menegaskan bahwa  kolaborasi tidak hanya terjadi  antarmahasiswa, tetapi juga dapat terjalin antara dosen dengan mahasiswa. Menurutnya, dosen dengan mahasiswa saling belajar, karena pengetahuan dapat terbentuk bersama. 淢ungkin mahasiswa dapat melakukan seperti membuat proyek bersama, yang mana mereka juga belajar hal-hal baru di dunia nyata, ulasnya. 

Melalui program kampus berdampak juga, menurutnya, terdapat tantangan tersendiri bagi dosen pengajar. Salah satunya bagaimana dosen tidak lagi menjadi satu-satunya sumber pengetahuan ilmu di kelas. Ia juga mengungkapkan bahwa mahasiswa kini sudah memanfaatkan berbagai teknologi. Hal tersebut membuat harus mengontrol ilmu mahasiswa yang didapat oleh AI tersebut.

淛adi saya lebih suka kalau membuat FGD dengan mahasiswa dengan suatu isu dan mereka berargumen. Sehingga, pembelajaran ini baik bagi mahasiswa untuk melatih soft skill mereka, tuturnya. 

Penulis: Adinda Octavia Setiowati

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT