Penyakit infeksi disebabkan oleh bakteri merupakan salah satu penyakit yang prevalensinya dominan di Indpnesia, Pengembangan obat antibakteri baru diperlukan akibat terjadinya resistensi obat khususnya terhadap bakteri pathogen seperti methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) dan Mycobacterium tuberculosis. Turunan thiourea merupskan senyawa yang diketahui memiliki berbagai aktivitas biologis seperti antikanker, antibakteri.
Tujuan penelitian mensintesis turunan thiourea dan memprediksi aktivitasnya sebagai antibakteri khususnya terhadap bakteri MRSA dan Mycobacterium tuberculosis. Sintesis turunan thiourea menggunakan reaksi substitusi nukleofilik. Hasil sintesis berupa senyawa benzoilthiourea dan 1,3-dibenzoilthiourea diidentifikasi menggunakan spektroskopi UV-Vis, inframerah dan NMR. Hasil reaksi memberikan senyawa serbuk putih dengan prosentase hasil reaksi masing-masing sebesar 36.55% dan 12,06%, titik lebur 171-173oC dan 202-204oC. Hasil doking menggunakan reseptor PBP2a PDB.4C1N, reseptor muramyl ligase PDB.2Y1O dan reseptor FaBH PDB.2QO0 menunjukkan senyawa 1,3-dibenzoilthiourea diprediksi memberikan efek antibakteri terhadap MRSA dan Mycobacterium tuberculosis.
Oleh: Dr. Suzana, dra., Apt., M.Si.
Publikasi pada jurnal terindeks WoS yaitu Pharmacy Education (2024), Nomor 24 issue 2, halaman 71-77. URL 听





