51动漫

51动漫 Official Website

Sintesis Hijau Nanopartikel Perak dengan Bioreduktan Serbuk Jeruk Nipis sebagai Agen Antibakteri

Sintesis Hijau Nanopartikel Perak dengan Bioreduktan Serbuk Jeruk Nipis sebagai Agen Antibakteri

Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan nanoteknologi telah menarik perhatian para peneliti. Material berukuran nano (nanomaterial) memiliki keunggulan tersendiri seperti luas permukaan yang besar dan ukuran partikel berkisar antara 1-100 nm. Beberapa material logam telah lama diketahui memiliki aktivitas sebagai antibakteri karena kemampuannya dalam melepaskan ion logam yang dapat bersifat toksik terhadap bakteri. Modifikasi permukaan logam dilakukan untuk meningkatkan aktivitas antibakteri dan biokompatibilitas yang lebih baik. Keunggulan sifat antimikroba pada nanopartikel logam dikarenakan ukurannya yang bersifat nano dan memiliki luas permukaan yang besar sehingga dapat dengan spesifik berinteraksi dengan struktur bakteri. Berbagai logam, seperti perak (Ag), emas (Au), seng oksida (ZnO), tembaga (Cu), dan besi (Fe) memiliki sifat sebagai antibakteri.

Nanopartikel perak () telah menarik perhatian karena memiliki sifat fisikokimia yang berbeda dibandingkan material lain termasuk rasio luas permukaan terhadap volume yang tinggi, energi permukaan dan reaktivitas kimia. Dengan ukuran yang kecil (1-100 nm) nanopartikel perak telah terbukti menjadi kandidat biologis potensial seperti terapi untuk kanker, perawatan luka, desinfektan dan agen antibakteri. Secara umum, NPAg diperoleh dengan sintesis kimia atau fisik. Namun, metode kimia/fisik sintesis NPAg menggunakan zat berbahaya dan suhu atau tekanan tinggi tidak ramah lingkungan dan mahal. Oleh karena itu, pengembangan metode sintesis hijau NPAg dengan menggunakan tanaman, alga, bakteri dan jamur dinilai lebih ekonomis, ramah lingkungan dan tidak toksik.

Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) yang merupakan tanaman obat yang mengandung senyawa bioaktif seperti saponin, alkaloid, tanin, fenolat, flavanoid dan terpenoid yang yang mempunyai aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antitumor dan antimikroba. Kandungan jeruk nipis memiliki potensi sebagai antimikroba pada bakteri gram positif dan negatif dan juga merupakan agen pereduksi serta capping agent yang baik untuk sintesis NPAg. Gugus fungsi yang ada dalam biomolekul tanaman seperti flavonoid, terpenoid, polifenol, alkaloid, saponin dan tanin dapat bertindak sebagai pereduksi dalam pembentukan ion Ag+ menjadi Ag0. Karena ukurannya yang kecil maka NPAg memiliki aktivitas antibakteri yang unggul dibandingkan prekursornya.

Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mensintesis NPAg menggunakan serbuk peras jeruk nipis sebagai reduktor dan penstabil serta efek dari berbagai parameter seperti konsentrasi AgNO3, serbuk jeruk nipis dan pH. Uji antibakteri NPAg dilakukan dengan metode dilusi cair terhadap tiga bakteri yaitu Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus, dan Escherichia coli.

Konsentrasi AgNO3 dan serbuk jeruk nipis sebagai reduktor menentukan hasil sintesis nanopartikel perak, termasuk nilai absorbansi dan ukuran partikel. Peningkatan pH meningkatkan nilai absorbansi dan menurunkan ukuran partikel AgNP. AgNP yang disintesis menggunakan 1 mM AgNO3 dan serbuk jeruk nipis 1% pada pH 9 menunjukkan ukuran 68,4 nm. Aktivitas antibakteri AgNP terhadap bakteri P. acnes, S . aureus, dan E. menunjukkan penghambatan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan dengan larutan AgNO3 dan meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi AgNP.

Penulis: Retno Sari, Septian Dwi Mulyana, M. Agus Syamsur Rijal

Link:

Baca juga: Tinjauan Sintesis Nanopartikel Perak dengan Ablasi Laser untuk Luka pada Kulit

AKSES CEPAT