51动漫

51动漫 Official Website

Sintesis Nano-Tembaga Oksida dari Ekstrak Sargassumsp.

Sintesis Nano-Tembaga Oksida dari Ekstrak Sargassumsp.
Sumber: Pars Today

Partikel nano saat ini telah banyak diaplikasikan dalam berbagai bidang karena memiliki sejumlah keunggulan yang signifikan. Salah satu keunggulan utamanya adalah kemudahan dalam proses produksinya, yang tidak memerlukan metode yang terlalu kompleks atau mahal. Selain itu, partikel nano juga dikenal memiliki sifat tidak beracun, yang menjadikannya aman digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk dalam industri farmasi, kesehatan, dan lingkungan. Biaya produksi partikel nano relatif rendah, sehingga memberikan keuntungan dari segi ekonomi, terutama dalam skala industri. Tidak hanya itu, proses pembuatannya juga ramah lingkungan, tanpa menghasilkan limbah atau polusi yang berbahaya bagi lingkungan, yang membuat partikel nano semakin diminati di era yang semakin sadar akan keberlanjutan dan kesehatan lingkungan.

Salah satu pendekatan yang semakin populer dalam pembuatan partikel nano adalah melalui sintesis hijau, yaitu penggunaan bahan-bahan alami dan proses yang tidak melibatkan bahan kimia berbahaya. Dalam hal ini, ekstrak rumput laut Sargassum sp. telah diidentifikasi sebagai agen pereduksi yang efektif untuk sintesis nano-tembaga oksida. Sargassum sp. adalah jenis makroalga yang mudah ditemukan di perairan, memiliki kandungan senyawa bioaktif, dan juga telah lama dikenal akan kemampuannya dalam berbagai aplikasi bioteknologi. Penggunaan Sargassum sp. tidak hanya berfungsi sebagai bahan ramah lingkungan, tetapi juga menawarkan keunggulan tambahan seperti ketersediaannya yang melimpah dan biaya yang relatif murah.

Dalam kajian ini, para peneliti berhasil mensintesis nano-tembaga oksida menggunakan ekstrak Sargassum sp. Proses ini membuktikan bahwa bahan alami seperti rumput laut dapat digunakan sebagai agen pereduksi dalam sintesis partikel nano, tanpa harus bergantung pada bahan kimia sintetis yang berbahaya. Setelah berhasil diproduksi, nano-tembaga oksida ini kemudian diaplikasikan untuk memodifikasi membran selulosa asetat. Membran ini digunakan karena memiliki sifat permeabilitas yang baik, yang penting dalam aplikasi penyaringan atau adsorpsi.

Nano-tembaga oksida yang dihasilkan melalui proses sintesis hijau menggunakan ekstrak Sargassum sp. terbukti mampu meningkatkan kemampuan membran selulosa asetat dalam menyerap pewarna, terutama pewarna kationik seperti Methylene Blue dan Malachite Green. Sintesis ini berhasil dikonfirmasi melalui hasil spektroskopi ultraviolet-visual pada panjang gelombang 300 nanometer, serta analisis energi dispersif yang menunjukkan adanya tembaga pada 0,93 dan 8,04 kilo elektron volt, membuktikan efektivitas ekstrak Sargassum sp. sebagai agen pereduksi. Analisis difraksi sinar-X mengungkapkan ukuran kristalit nano-tembaga oksida sekitar 19,5 nanometer. Selain itu, penambahan nano-tembaga oksida sebesar 2,0 persen ke dalam membran selulosa asetat mengurangi indeks kristalinitas dari 88,6 persen menjadi 85,7 persen, sekaligus meningkatkan aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus, dengan kapasitas adsorpsi yang lebih tinggi untuk pewarna kationik.

Peningkatan kapasitas adsorpsi ini sangat penting dalam konteks pengolahan limbah, terutama untuk industri tekstil yang sering menggunakan pewarna buatan yang berpotensi mencemari lingkungan. Dengan adanya nano-tembaga oksida, membran selulosa asetat dapat berfungsi lebih efektif dalam menyerap pewarna tersebut, sehingga membantu mengurangi dampak negatif dari limbah tekstil terhadap lingkungan.

Secara keseluruhan, kajian ini tidak hanya menunjukkan bahwa nano-tembaga oksida dapat disintesis secara ramah lingkungan menggunakan Sargassum sp., tetapi juga bahwa partikel ini dapat diaplikasikan secara efektif untuk meningkatkan kinerja membran dalam proses adsorpsi pewarna. Temuan ini memberikan harapan baru bagi pengembangan teknologi hijau yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan, sekaligus menawarkan solusi bagi industri yang menghadapi tantangan dalam pengelolaan limbah berbahaya.

Penulis: Muhamad Amin

Link:

Baca juga: Kemajuan Terkini dalam Aplikasi dan Biosintesis Asam Oksalat

AKSES CEPAT