51动漫

51动漫 Official Website

SKINers UNAIR Adakan Kegiatan Bersama Muslimah Bahas Kesuksesan Berdasarkan Kepribadian

Foto Bersama Pemateri dan Peserta dalam Kegiatan KAFCAN (Kafe Cantik), 淢enjadi Muslimah Sukses Berdasarkan Tipe Kepribadian, pada Jumat (17/3/23) (Foto: Dok. Panitia)

UNAIR NEWS Sie Kerohanian Islam Ners (SKINers) (FKP) 51动漫 (UNAIR), mengadakan kegiatan bertajuk KAFCAN (Kafe Cantik) yang mengangkat tema 淢enjadi Muslimah Sukses Berdasarkan Tipe Kepribadian. Kegiatan ini berlangsung di Fakultas Keperawatan, UNAIR pada Jumat (17/3/2023).

Kegiatan yang hanya dihadiri oleh akhwat ini mengundang Ustadzah Uswatun Hasanah sebagai pematerinya. Ustadzah yang akrab disapa dengan panggilan Kak Uswa ini merupakan seorang owner dari sebuah Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini yang berada di Probolinggo. Tidak hanya menjadi owner sebuah lembaga pendidikan, Kak Uswa juga rutin mengadakan kegiatan kajian di Masjid Ulul Azmi, UNAIR.

Dalam pemaparan materinya, Kak Uswa menyampaikan bahwa, titik akhir kesuksesan seorang perempuan muslimah adalah ketika dia bisa menghantarkan putra-putrinya menuju kesuksesan yang hakiki, yakni saat perempuan menjadi seorang Ibu.

淎llah menciptakan segala sesuatu berpasangan, tidak ada satupun di bumi yang tercipta tanpa berpasangan, begitupun kepribadian, tidak ada satupun kepribadian yang dikatakan lebih unggul dari kepribadian yang lain. Allah menciptakan berbagai makhluk hidup dengan kecerdasan, kepribadian dan kemampuan yang berbeda-beda. Jadi, how to be a great muslimah? yakni bagaimana kita memaksimalkan potensi yang ada dalam diri untuk menjadi sebenar-benarnya muslimah, ujarnya. 

Seorang muslimah, sambungnya,  telah disetting tiga tingkatan lebih tinggi dari laki-laki, dan dianugerahi kasih sayang serta kemampuan untuk mendidik anak-anaknya. Selanjutnya, Kak Uswa menyebutkan bahwa dalam menjalani kehidupan, seseorang memiliki 3 life triangle, yaitu life triangle to Allah, to me, and  others. 

淵ang pertama kehidupan di orientasi kepada Allah dengan menaati aturan-aturan, dan menghubungkan segala sesuatu kepada Allah, Kedua, bagaimana memaksimalkan potensi yang ada dalam diri kita, dan yang terakhir, tingkat tertinggi adalah saat bukan sekedar membantu sesama, namun dimana orang lain menjadi prioritas dari diri kita sendiri, jelasnya.

Selanjutnya, ia juga menjelaskan bahwa potensi dalam bahasa arab disebut Al-Ghorizah, artinya setiap  manusia pada dasarnya memiliki potensi. Hanya saja, sambungnya, seseorang harus bergerak untuk menggali potensi itu, kemudian meyakini dan memaksimalkannya. 

淧otensi kehidupan terbagi dua yakni naluri insting dan naluri bertahan bertahan hidup, tandasnya.

Potensi kehidupan berhubungan dengan tipe kepribadian masing-masing, Kak Uswa memaparkan beberapa tipe kepribadian meliputi kepribadian Alpha, Beta, Gamma, Omega, Delta, dan Sigma. Oleh sebab itu, jelasnya, yang menjadi tipe kepribadian paling tinggi adalah alpha, dimana seseorang yang memiliki tipe kepribadian ini cenderung memiliki sisi dominan yang kuat dan kepercayaan diri yang tinggi.

Untuk menumbuhkan potensi pun, lanjutnya, bisa dengan berada di tempat terbaik, yang dapat memberi nutrisi berupa ilmu pengetahuan serta wawasan agar pemahaman menjadi lebih mendalam. 

淏ila Allah telah kita kenali, potensi sudah digali dan dikembangkan serta tujuan telah ditetapkan maka Insya Allah menjadi sebenar-benarnya muslimah yang tentu dengan berlandaskan tiga pokok yang dikemukakan di awal, yakni syari, berprestasi dan menginspirasi, tutupnya.

Penulis: Tia Restutika

Editor: Nuri Hermawan

AKSES CEPAT